RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Kasus Lapangan Futsal Mandek, LSM Laki Nilai kejari Bantaeng ‘Masuk Angin’

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Selasa , 11 September 2018 18:00
Kasus Lapangan Futsal Mandek, LSM Laki Nilai kejari Bantaeng ‘Masuk Angin’

int

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Kasus Lapangan Futsal yang diduga merugikan negara ratusan juta ini dinilai oleh LSM Laskar Anti Korupsi (Laki) mandek di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng karena telah ‘masuk angin’.

Bangunan lapangan futsal ini dalam Berita Acara Penjelasan Pelelangan
(BAPP) menelan anggaran 500 juta rupiah yang bersumber dari APBD Kabupaten Bantaeng Tahun Anggaaran 2017 dengan jangka waktu penyelesaian pekerjaan selama 150 hari. Namun sampai sekarang tak kunjung rampung.

Hanya berdiri pondasi bangunan, lapangan futsal ini juga sekarang terdapat kubangan air kotor ditengah lapangan yang menjadi tempat bermain anak kecil.

Sebelumnya, Kejari Bantaeng telah memeriksa Syahrul Bayan selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olaraga (Dispora) dan kontaraktor pembangunan Lapangan Futsal. Namun sampai sekarang belum menetapkan tersangka dengan alasan masih mendalami kasus tersebut.

Ketua DPD LSM Laki Bantaeng, Andi Sofyan Hakim mengatakan bahwa Kejari Bantaeng memang yang mengamankan (Masuk angin) padahal kadisnya sudah diperiksa namun sepertinya ada main mata.

” Bahkan Kejari sendiri yang menaksir ada kerugian ratusan juta, kasus ini sudah pasti mandek di Kejari karena sudah ada riak bahwa oknum Jaksa sudah terima gratifikasi,” jelas dia.

Dia juga mengatakan bahwa salah satu tugas pokok Kejaksaan yang diberikan oleh negara adalah pemberantasan korupsi.

” Padahal tugas pokok Kejaksaan adalah memberantas korupsi karena korupsi adalah kejahatan luar biasa. Kami telah memberikan bukti yang cukup detil namun sampai sekarang belum menetapkan tersangka. Jadi kami tegaskan kembali bahwa Kejaksaan Bantaeng masuk angin,” tegas dia. (*)


div>