SENIN , 23 JULI 2018

Kasus Pemadaman Listrik, DPRD-PLN Capai Kesepakatan

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 02 Februari 2016 17:04

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Seringnya terjadinya pemadaman listrik di Lutim, sehingga DPRD melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PLN, Selasa (2/2).

RDP tersebut sempat berlangsung ricuh, saat Najamuddin, salah seorang anggota DPRD Lutim mengamuk, karena tidak puas dengan penjelasan PLN.

“Penjelasan yang dikeluarkan oleh PLN tidak masuk akal, dikarenakan pasokan listrik sebesar 16 MW di Lutim, masa tidak cukup,” ujar Najamuddin.

Najamuddin lalu menghitung bahwa dari 16 MW, di mana 10,7 MW bersumber dari PT Vale, dari bendungan saluanuang menghasilkan listrik 1,8 MW, dari Cakaruddu sebanyak 4 MW. “Dengan pasokan itu, seharusnya tidak ada lagi pemadaman di Lutim.

Dalam RDP dihadiri wakil ketua II DPRD Aris Sitomorang, semua anggota komisi III, Kadis ESDM Firnandus Ali, asisten pemerintahan Abrisa, LSM dan masyarakat.

Dari hasil RDP tersebut, akhirnya dicapai kesepakatan antara DPRD dengan PLN. Ada 10 poin yang tercantum dalam kesepakatan tersebut, antara lain PLN menjamin ketersediaan tenaga listrik bagi masyarakat selama 24 jam, memperbaiki seluruh jaringan listrik yang rusak dan menjamin tidak akan ada kerusakan jaringan lagi, serta percepatan aktivitas pembangunan gardu indukdi kecamatan Wotu paling lambat 5 bulan.

Pada poin 10, disebutkan bahw PLN akan dipidanakan bila tidak memenuhi ketentuan dalam kesepakatan tersebut.


Tag
div>