SELASA , 18 DESEMBER 2018

Kasus Pencaloan di Unhas, Diduga Pelakunya Makin Bertambah

Reporter:

dedi

Editor:

Sabtu , 10 Desember 2016 23:20
Kasus Pencaloan di Unhas, Diduga Pelakunya Makin Bertambah

int

MAKASSAR,, RAKYATSULSEL.COM – Tim internal Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dengan Polrestabes Makassar melakukan pemeriksan Rahmatia alias Tia, PNS kampus tersebut.

Pemeriksaan Tia atas kasus calo di Fakultas Kedokteran Unhas. Tak hanya itu, pelaku juga melakukan pemalsuan Surat Keputusan (SK) dan tanda tangan palsu.

Sekertaris Universitas Hasanuddin, DR. IR Nasaruddin Salam MT mengatakan, pemeriksaan terhadap Tia salah satu tersangka kasus pencaloan calon mahasiswa di Unhas Fakultas Kedokteran dilakukan oleh Tim internal yang dipimpin Kasubag Rumah Tangga, untuk diminta keteranganya terkait dua oknum PNS yang terlibat melakukan penipuan dan diminta sejumlah nama menjadi korban selama ini.

“Pemeriksaan ini dilakukan karena dalam Peraturan Pemerintah (PP) 53 tentang disiplin PNS sudah jelas dan maupun tindakan melanggar sebagai pegawai PNS,” ujar Nasaruddin di Mapolrestabes Makassar, Sabtu (10/12).

Menurutnya, Tia ditahan lantaran diketahui ¬†terlibat dalam kasus pencaloan calon mahasiswa Kedokteran Unhas. “Dia sudah dimintai keterangan dari pihak Internal Unhas dan menyebutkan beberapa nama juga ikut keciprat dana dari kasus pencaloan tersebut,” terangnya.

Nasaruddin membeberkan, tindakan pencaloan mahasiswa tersebut, bukan hanya Rahmatia. Tetapi, lanjut dia, beberapa nama diduga juga ikut terlibat di dalamnya yakni Nurjanna Jalil, Daud, Irwan, Raba, Awal dan Dr. R.

Sementara itu, Wakapolrestabes Makassar, AKBP Hotman Siruit membenarkan adanya pemeriksaan dilakukan oleh Tim Internal Unhas dan Tim Pembinaan Aparatur Sipil Negara di Mapolrestabes Makassar. Ia mengatakan, pemeriksaan ini dilakukan untuk menidak lanjuti peraturan PNS tercantum dalam PP 53.

“Pemeriksaan ini hanya untuk internal saja. Kami dan pihak kampus kan bekerja sama jadi hati-hati mengatakan nanti jadinya bias gitu, sabar saja ini sementara masih perkembangan,” jelas Hotman. (Rrs)


div>