KAMIS , 24 MEI 2018

Kasus Penutupan Pasar Bontotangnga, Begini Langkah DPRD Bulukumba

Reporter:

Salahuddin

Editor:

asharabdullah

Senin , 16 April 2018 16:45
Kasus Penutupan Pasar Bontotangnga, Begini Langkah DPRD Bulukumba

Suasana rapat dengar pendapat (RDP) terkait kasus penutupan pasar Bontotangnga di Gedung DPRD Bulukumba, Senin (16/4/2018). Foto: Salahuddin/RakyatSulsel

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.COM – DPRD Bulukumba menyimpulkan jika kasus penutupan pasar Bontotangnga, Kecamatan Bontotiro, diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya berharap, Pemkab Bulukumba tidak menyengsarakan rakyatnya, masalah ini tidak dibawa ke ranah hukum,” ungkap Ketua DPRD Bulukumba, HA Hamzah Pangki saat membacakan kesimpulan rapat dengar pendapat (RDP) terkait kasus penutupan pasar Bontotangnga di Gedung DPRD Bulukumba, Senin (16/4/2018).

RDP penutupan kasus pasar Bontotangnga dihadiri Asisten II Bidang Ekbang, Djunaidi Abdillah, Kepala Bapenda Andi Sufardiman, Kadis Perdagangan Andi Cawa Miri, Plt Kadis Perumahan Pemukiman dan Pertanahan, Andi Musman, serta Kepala Desa Bontotangnga, HM Ali Rote.

Seperti diketahui, rehabilitasi Pasar Bontotangnga tahun 2017 menghabiskan dana Rp5,8 miliar yang berasal bantuan Kementrian Perdagangan RI. Hanya saja, tidak lama setelah selesai direnovasi, ahli waris Karaeng Doggeng yang mengaku sebagai pemilik lahan, menutup pasar dan menuntut ganti rugi Rp500 juta atau 1 hektar tanah.

Kepala Dinas Perdagangan Bulukumba, Andi Cawa Miri mengatakan, rehabilitas Pasar Bontotangnga dilakukan setelah ada rekomendasi dari Kepala Desa (Kades) Bontotangnga, Ali Rote yang menyebutkan lokasi pasar Bontotangnga tidak sedang dalam bermasalah.

“Pengerjaan itu dikerjakan setelah ada rekomendasi dari Kades setempat, jadi kami tidak menyangka munculnya masalah seperti ini,” jelasnya. (*)


div>