SELASA , 19 JUNI 2018

Kasus Sabu 2Kg Dilimpahkan ke Kejari, Reskiana: Tidak Ada Ampun Bagi Pelaku

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Senin , 05 Februari 2018 18:02
Kasus Sabu 2Kg Dilimpahkan ke Kejari, Reskiana: Tidak Ada Ampun Bagi Pelaku

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Krisis narkoba yang terjadi di Parepare sebagai pintu masuk, menjadi perhatian Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Parepare Reskiana Ramayanti.

Menurut Reski, sapaan Mantan Kajari Sidrap ini, bagi pelaku narkoba akan diberi hukuman seberat-beratnya. Pasalnya, pelaku narkoba kata dia, dapat merusak kehidupan generasi muda, sebagai penerima tongkat estafet bangsa.

Hal ini diungkap Reski saat bercengkrama dengan sejumlah awak media usai menerima berkas pelimpahan kasus sabu 2 kg dari B
Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat, Senin, (5/2/2018).

Menurut Reski, krisis narkoba yang menjadikan Parepare sebagai pintu masuk harus menjadi perhatian utama bagi stake holder untuk menghancurkan narkoba sedalam-dalamnya. “Tidak ada ampun bagi pelaku narkoba, karena itu merusak generasi kita. Narkoba harus dihancurkan, termasuk dengan memberikan hukuman seumur hidup atau hukuman mati kepada pelaku,” tegas Reski, sapaan Mantan Kajari Sidrap ini.

Untuk hukuman mati kata dia, ditangani Kejaksaan Agung. Kendati demikian, bukan tak mungkin pihak Kejari bisa memberi efek jera dengan hukuman berat kepada pelaku, seperti hukuman seumur hidup.

Terkait kasus 2kg narkoba jenis sabu yang dilimpahkan tersebut, merupakan kasus yang berhasil digagalkan BNN di Pelabuhan Nusantara Kota Parepare.

Sabu itu ditemukan di dalam kardus ikan berwarna putih di atas KM Lambellu. Kardus tersebut hendak dibawa Alim, salah seorang kurir yang diupah untuk mengantar sabu itu ke Kabupaten Pinrang.

Saat diinterogasi oleh Jaksa di kantor Kejari Kota Parepare, pelaku mengaku diberikan uang sebesar Rp.5 juta.

“Selain uang Rp.5 juta saya juga dibelikan tiket kapal,” ungkapnya.

Dia mengaku tergiur tawaran tersebut karena sedang membutuhkan uang.

“Saya sudah seringkali ditawari Anjas, tapi saya belum mau. Jadi, pas saya kebetulan mau pulang kampung ada tawaran, saya ambil. Saya sudah tahu kalau kardus ini isinya sabu,” aku Alim kepada Jaksa, Senin, (5/2/2018).

Sementara, Kepala Seksi (Kasi Pidum) Muhammad Idil mengatakan pelimpahan perkara dari BNN akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kota Parepare.

“Jadi kami dapat pelimpahan dari BNN pusat. Kasusnya sudah P21, kami punya kewenangan melakukan penahanan selama 20 hari sambil mempersiapkan semua yang dibutuhkan,” ungkap Idil, yang dipercaya sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas kasus itu, dibantu dua orang Jaksa, Zakinah dan Nur Diana. (MP1/Nia)


div>