SENIN , 21 MEI 2018

Kasus Sewa Lahan Buloa, Jen Tang, Menyerahlah!

Reporter:

Irsal

Editor:

asharabdullah

Kamis , 21 Desember 2017 13:04
Kasus Sewa Lahan Buloa, Jen Tang, Menyerahlah!

Jen Tang (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) mulai melakukan pencarian terhadap pemilik PT Jujur Jaya Sakti Soedirjo Aliman alias Jen Tang, yang ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Status DPO yang kini disandang tersangka Jen Tang lantaran mangkir dari panggilan penyidik Kejati. Bahkan Jen Tang tidak pernah diketahui keberadaannya setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penjualan lahan di Buloa.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel, Tugas Utoto, mengatakan, penetapan DPO tersebut dilakukan setelah tersangka Jen Tang tidak ditemukan di sejumlah rumahnya saat dilakukan penjemputan paksa.

“Status tersangka Jen Tang sudah menjadi DPO dan kami langsung meminta kepada Kejaksaan Agung terkait dengan DPO ini untuk menggerakkan intelijen guna mencari tersangka ini,” tegasnya, Selasa (19/12) kemarin.

Untuk memassifkan pencarian intelijen, maka pihak Kejati meminta bantuan kepada beberapa lembaga. Selain meminta bantuan kepada Kejaksaan Agung, pihaknya juga meminta bantuan kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel untuk membantu menemukan tersangka ini.

Asisten intelijen Kejati, Marang, meminta kepada pihak keluarga untuk membujuk Jen Tang agar segera menyerahkan diri, sehingga status hukumnya bisa jelas.

“Kami sudah meminta pada pihak keluarganya untuk segera menyerahkan Jen Tang. Tetapi, pihak keluarga mengaku tidak tau keberadaannya. Kami minta agar ada kesadaran untuk menyerahkan diri secara suka rela,” ungkap Marang.

Menurutnya, Jen Tang harus melakukan pembelaan di pengadilan, biar proses pengadilan yang memutuskan.

“Kalau dia mau menyangkal, silahkan ikuti proses pengadilan, karena alat bukti sudah di tangan penyidik. Maka, harus ditempuh pembuktian dalam sidang. Jangan kabur, karena sudah jadi tersangka dan sampai kapanpun kami akan terus cari sampai dapat,” tegasnya.

Terpisah, Kuasa Hukum Jen Tang, Zamzam, mengaku, hingga kini belum menerima surat resmi kejaksaan terkait penetapan kliennya sebagai DPO.

“Sampai sekarang saya belum terima surat DPO tersebut. Dan informasi terakhir dari keluarganya, Jen Tang masih diluar negeri. Saya tidak tau kapan dia pulang,” kata Zamzam.

Sekedar diketahui, Jen Tang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi sewa lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo. Penetapan status tersangka Jen Tang tersebut merupakan pengembangan hasil penyidikan yang terungkap dalam fakta persidangan.

Ia disebut turut terlibat bersama dengan dua tersangka lain, Rusdin dan Jayanti tanpa hak menguasai tanah negara yang seolah-olah sebagai miliknya. Sehingga, PT Pembangunan Perumahan (Persero) selaku pelaksana Proyek Makassar New Port (MNP) terpaksa mengeluarkan biaya Rp 500 juta untuk biaya sewa tanah. (*)

 


div>