JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Kasus SMA 10 Simbang Terus Bergulir

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 11 Februari 2016 13:37

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Kasus yang menimpa kepala sekolah SMA 10 Simbang Maros, Muhammad Jafar, masih bergulir di Kejari Maros. Saat ini Jafar sudah diperiksa dua kali. Sejumlah alat bukti pun telah dikumpulkan. Hal ini diungkap Kasi Intel Kejari Maros, Harry Surahman, Kamis (11/2).

Kasus yang menimpa kepala sekolah ini terungkap beberapa bulan lalu, setelah Inspektorat Maros melakukan audit. Dari pemeriksaan tersebut, dikeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang mengharuskan Muhammad Jafar melakukan pengembalian dana sekitar Rp 300 Juta. Namun kasus itu diambil alih oleh kejaksaan, karena setelah dilakukan penyidikan, angka kerugian negara menjadi Rp 785 juta dengan rincian Rp 388 juta dana BOS dan Rp 397 juta dana komite sekolah selama pengelolaan tahun 2012-2015.

Harry mengungkapkan, sejauh ini pihak kejari sudah bekerja maksimal. “Kita sudah bekerja maksimal, sementara ini kita telah mengumpulkan alat bukti berupa surat-surat dan dokumen terkait kasus tersebut. Hanya saja pada panggilan tanggal 5 Februari jumat kemarin, ia (Kepala Sekolah SMA 10 SImbang, red) tidak datang. Ini sebenarnya menghambat juga,” ujar Harry.

Ia melanjutkan, pihaknya akan terus tancap gas dalam menuntaskan kasus yang melibatkan kepala sekolah yang diduga melakukan penyalahgunaan dana komite dan dana BOS, dengan kerugian negara mencapai Rp 785 juta.

“Semua berjalan lancar, cuman kami belum bisa memastikan kapan hasilnya, tapi kita akan maksimalkan, kita akan ekspose ke media kalau sudah ada putusan,” lanjutnya.

Banyaknya perkara yang ditangani juga membuat agenda kejaksaan sangat padat dan harus menunggu persidangan. “Persidangan tipikor kan di makassar, persidangannya setiap hari Senin dan Kamis, sementara perkara yang kita tangani memang banyak. Belum lagi pidana umum, itu juga banyak. Jadi meski kita maksimal bekerja. Kita terbatas oleh waktu dan banyaknya kasus. Namun kami pastikan semua kasus yang kami tangani akan selesai secepatnya,” tutupnya.

Sementara itu, seorang alumnus SMA 10 Simbang, Syahril kepada wartawan, meminta pihak kejaksaan bisa segera menyelesaikan kasus tersebut dan memberikan kepastian hukum kepada Kepala sekolah, karena kasus tersebut membuat konsentrasi warga sekolah menjadi sedikit terganggu.

“Harus cepat diselesaikan ini kasus, efektifitas mengajar di sekolah menurut penyampaian beberapa guru dan murid menjadi terganggui, ada kesan yang kurang nyaman jika warga sekolah bertemu dengan kepala sekolah,” ujar Syahril.


div>