SABTU , 20 OKTOBER 2018

Kasus Underpass Simpang Lima Mandek

Reporter:

Irsal

Editor:

asharabdullah

Selasa , 15 Mei 2018 15:04
Kasus Underpass Simpang Lima Mandek

Kantor Kejati Sulsel (int)

*Kejati Janji Akan Ekspose Tersangka

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penyidikan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan dan pembangunan jalan underpass simpang lima Mandai Makassar kini belum membuahkan hasil. Hal ini dibuktikan waktu penyidikan yang memasuki bulan keenam, Kejati Sulsel belum menetapkan tersangka.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel, Salahuddin menepis anggapan bahwa Kejati Sulsel melupakan penyidikan ini. Menurutnya, proses penyidikan masih terus berjalan, namun pihaknya belum bisa memberikan kepastian kapan akan melakukan gelar perkara dalam menentukan nama sebagai tersangka.

“Tetap jalan, tapi memang penentuan tersangkanya belum, nanti kalau hasil penyidikan sudah rampung pasti kita tetapkan siapa pelakunya,” kata Salahuddin, Senin (14/5).

Menurutnya saat ini penyidik Kejati Sulsel telah memeriksa beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Namun pemeriksaan ini terkahir dilakukan pada bulan April lalu.

“Yang diperiksa itu banyak, sudah puluhan, terakhir sekitar satu bulan lalu itu dari panitia pengadaan. Kalau indikasi nama saya kira kita belum bisa bicara,”katanya.

Sebelumnya, pada bulan maret yang lalu Kepala Seksi Penyidik Kejati Sulsel, Siti Nurhidayah mengungkapkan akan menetapkan tersangka dalam waktu dekat ini. Ia mengatakan, penetapan ini akan dilakukan setelah tim penyidik melakukan gelar perkara (ekspos) secara internal.

Beberapa nama yang berpotensi menjadi tersangka telah dikantongi tim penyidik Kejati Sulsel. Namun, ia masih memilih untuk merahasiakan nama-nama tersebut.

“Dalam waktu dekat ini, kita akan rilis dan menetapkan tersangkanya,” ujar Nurhidayah.

Pada bulan November 2017, status proyek pembebasan lahan pada Jalan Underpass Simpang lima ini dinaikkan oleh Kejati Sulsel ke tahap penyidikan. Sejumlah saksi hingga saat ini telah diperiksa tim penyidik Kejati Sulsel untuk mendalami kasus dugaan korupsi ini termasuk mantan Kepala Badan Pertanahan (BPN) Kota Makassar, Iljas Tedjo Prijono yang diperiksa pada tanggal delapan bulan Januari 2018.

Selain itu, Camat Tamalanrea, Kaharuddin Bakti dan Kepala Kelurahan Sudiang, Udin juga diperiksa sebagai saksi pada bulan Desember 2017 lalu.

Kejati juga telah memeriksa sejumlah orang yang tergabung dalam tim panitia sembilan yang diduga mengetahui dan terlibat dalam proyek itu. Beberapa orang tersebut yaitu dua staf Kesbangpol kota Makassar, Ahmad Rivai dan Hasan Sulaiman yang masing-masing bertugas sebagai mantan sekretaris panitia pengadaan lahan dan staf panitia pembebasan lahan pada tanggal 29 Januari 2018 lalu. (*)


div>