SELASA , 23 OKTOBER 2018

Kata Indonesia Muncul Pertama Kali di Majalah Ini

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Senin , 07 September 2015 17:33
Kata Indonesia Muncul Pertama Kali di Majalah Ini

Halaman 254 majalah ilmiah Indian Archipelago, volume IV, 1850. Perhatikan baris delapan dari bawah. Ini dia kemunculan pertama kata "Indonesia" di muka bumi ini. (repro Wenri Wanhar/JPNN)

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Logan barangkali tak pernah menyangka, kata-kata yang diciptakannya kemudian hari menjadi nama sebuah negara; Indonesia.

Seorang perantau dari Skotlandia, James Richardson Logan (1819-1869) menerbitkan majalah ilmiah The Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia pada 1847.

Motivasi Logan menerbitkan jurnal ini, sebagaimana termaktub dalam nomor pertama jurnal tersebut, sebagai gelanggang para ilmuwan dan petualang Eropa akan hipotesis temuan-temuan baru mereka di kepulauan Hindia.

Dalam perkembangannya, majalah yang berkedudukan di Singapura ini karib disebut Indian Archipelago saja, yang dalam bahasa melayu berarti kepulauan Hindia.

Dua tahun kemudian, George Samuel Windsor Earl (1813-1865) ahli etnologi dari Inggris bergabung dalam jajaran redaksi majalah itu.

Sebagai ahli etnologi, Earl mewarnai Indian Archipelago dengan menurunkan laporan tentang suku-suku, bahasa dan ragam budaya masyarakat di kepulauan Hindia. Pernah pula dia menulis perubahan karakter masyarakat dari maritim ke agraris.

Seiring waktu, begitu memahami sedikit banyak kehidupan masyarakat di kepulauan Hindia, Earl menyimpulkan bahwa wilayah ini kurang tepat disebut Indian Archipelago–sebernama majalah itu. Tak sekadar mengkritik, dia pun memberi usulan:

[NEXT-RASUL]

“…the in habitants of the “Indian Archipelago” or Malayan Archipelago” would become respectively Indu-nesians or Malayunesians. I have chosen the latter for several reasons,” tulis Earl dalam On The Leading Characteristics of The Papuan, Australian, And Malayu-Polynesian Nations, termaktub di halaman 71 Indian Archipelago Vol IV, 1850.

Lebih kurang begini terjemahannya, “…penduduk “Kepulauan Hindia” atau “Kepulauan Melayu” akan dikenal menjadi Indu-nesieans atau Malayunesians. Saya telah memilih yang terakhir.”

Dengan sendirinya artikel Earl itu mengkritik nama media tempatnya bekerja. Tapi pak bos Indian Archipelago yang terbiasa hidup dalam tradisi ilmiah tak naik pitam. Dalam edisi yang sama, dia ladeni artikel Earl dengan artikel pula.

Dalam ulasan bertajuk The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries Into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders, Logan membenarkan pernyataan Earl sebagai seorang etnograf.

Bedanya, Earl memilih Malayunesians. Sedangkan Logan berpendapat, “I prefer the purely geographical term Indonesia,” sebagaimana dicuplik dari halaman 254 majalah tersebut.

Dengan ini jadilah Logan orang pertama yang mencipta-gunakan kata Indonesia. (jpnn)


div>