RABU , 21 NOVEMBER 2018

Katanya Pantau UN, Legislator Malah Asyik Selfi

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 05 April 2016 10:35
Katanya Pantau UN, Legislator Malah Asyik Selfi

SURYADI/RAKYATSULSEL/D MIRIP SELEBRITIS. Wali Kota Makassar Danny Pomanto berselfi dengan Legislator DPRD Makassar Melani Mustari dan Mudzakkir Ali Djamil serta artis Donny Kusuma saat memantau UN di SMA 19 Makassar, Senin (4/4).

MAKASSAR, RAKYATSULSEl.COM – Sebanyak 163.552 siswa tingkat SMA/SMK/MA mengikuti Ujian Nasional (UN) secara serentak baik secara manual maupun yang berbasis komputer, Senin (4/4) kemarin.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Makassar bersama Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto melakukan pemantauan hari pertama pelaksanaan UN SMA/SMK se-Kota Makassar, dengan mengunjungi SMA 18 dan SMA 19 di daerah perbatasan Maros dan Gowa.

Dalam pantauan kemarin, ada perilaku kurang etis yang dipertontonkan oleh Anggota DPRD Kota Makassar, yakni berselfie ria (berfoto-foto) di depan pintu ruangan kelas Sekolah SMA 19 saat ujian tengah berlangsung.

Permintaan dan ungkapan selfie tersebut diungkapkan anggota DPRD Makassar di hadapan awak media. “Ayo pak Wali duduk di teras ini foto-foto,” ucap salah seorang Anggota DPRD Melani Mustari, sambil memegang telepon dan berselfie di depan kelas tanpa masuk ruangan memantau ujian.

Melani Mustari, tidak datang sendiri. Selain wali kota, turut hadir Anggota DPRD Mudzakkir Ali Djamil, M. Said, Munir Mangkana, Iqbal Djalil, dan Abdul Wahid. Mereka terlihat kompak mengenakan pakaian safari berwarna hitam abu-abu.

Menanggapi perihal anggota DPRD yang melakukan selfie atau berfoto-foto saat UN berlangsung di SMA 19 Makassar, mendapat tanggapan keras dari anggota Dewan Pendidikan Kota Makassar, Syahril Badaruddin.

[NEXT-RASUL]

Menurut Syahril, siswa selama ujian tidak boleh atau ada gerakan tambahan baik masuk di ruangan atau berselfie ria depan ruangan kelas ujian.

“Siswa dalam menghadapi naskah UN membutuhkan konsentrasi, tidak boleh ada gerakan lainnya, baik dari pengawas atau siapapun. Apalagi kunjungan kalau bisa sebatas di depan pintu, karena siswa butuh konsentrasi full dalam ujian, tidak boleh diganggu,” ujarnya.

Dikatakan Syahril, sesuai aturan tidak dibolehkan pejabat maupun anggota dewan memasuki ruang kelas saat ujian berlangsung. “Sesuai aturan tidak dibolehkan siapapun masuk di ruangan saat ujian. Karena seakan melanggar aturan, apalagi ada tindakan berlebihan seperti selfie-selfie di depan ruangan kelas saat ujian berlangsung,” tuturnya.

Syahril mengimbau agar tindakan selfie-selfie saat UN berlangsung tidak dilakukan. Apalagi jika sampai mengganggu konsentrasi siswa.

“Kita tau selfie pasti sedikit ribut, suara keras pasti keluar dalam hal ajakan foto-foto. Hal seperti ini kita berharap agar tidak diulangi di lokasi lain, baik saya maupun orang lain,” tutupnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto bersama enam anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama di SMU Negeri 19, Nipa – Nipa, dan SMU Negeri 18 Daya.

[NEXT-RASUL]

Di SMU Negeri 19, Nipa-Nipa menyiapkan enam ruang ujian bagi 103 peserta UN dengan rincian 57 IPA, dan 46 IPS. UN hari pertama di SMU Negeri 19, Nipa – Nipa diikuti oleh seluruh peserta ujian yang menggunakan sistem Non UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).

Hari pertama UN mengujikan bidang studi Bahasa Indonesia dan Kimia bagi jurusan IPA, serta Bahasa Indonesia, dan Geografi bagi jurusan IPS.

Jumlah soal untuk bidang studi Bahasa Indonesia sebanyak 50 nomor dengan tipe soal multiple choice. Waktu yang disediakan bagi peserta UN untuk mengerjakannya selama 2 jam.

Seperti halnya di SMU Negeri 19, Nipa – Nipa, pelaksanaan UN hari pertama di SMU Negeri 18, Daya berjalan lancar. Kepala Sekolah SMU Negeri 18, Daya, Nur Hidayah Masri menuturkan sekolahnya menyiapkan 14 ruang ujian bagi 270 peserta ujian yang berasal dari 175 jurusan IPA, dan 95 jurusan IPS.

“Setiap ruang ujian menampung 20 siswa. Tahun ini kami masih menyelenggarakan UN dengan sistem Non UNBK,” terang Nur Hidayah Masri.

Selain mengunjungi SMAN 19, dan SMAN 18, Danny bersama enam legislator kota Makassar juga memantau pelaksanaan UN di SMU Negeri 7, Sudiang.

[NEXT-RASUL]

Wali Kota Makassar Danny Pomanto menuturkan dari kunjungannya ke sejumlah sekolah terpantau pelaksanaan UN hari pertama berjalan lancar. Naskah UN terdistribusi dengan baik, suasana ruang ujian tenang yang memungkinkan siswa berkonsentrasi dalam menjawab soal UN. “Alhamdulillah, UN berlangsung baik,  anak-anak tidak terlalu kesulitan menjawab pertanyaan,” tutur Danny.

Ia berpesan kepada peserta UN untuk percaya diri dalam menjawab soal-soal UN, “Jangan terpengaruh, tetap fokus, dan konsentrasi dalam menjawab soal,” pesannya.

Kunjungan Danny bersama enam legislator Kota Makasar ke beberapa sekolah juga dimanfaatkan untuk melihat kondisi sekolah secara langsung, “Secara umum pelaksanaan UN berjalan lancar, siswa mengikuti ujian dengan baik, dan sekolah mempersiapkannya dengan maksimal,” ungkap Ketua Komisi D DPRD kota Makassar, Mudzakkir Ali Djamil.

Sementara Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Riza melakukan peninjauan hari pertama Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2016, di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negri 5 Makassar, Jl Sunu.

Saat tiba di SMK Negeri 5 Makassar, Deng Ical–sapaan akrab Syamsu Rizal, langsung meninjau satu per satu ruangan untuk melihat langsung pelaksanan UN. Di dampingi Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Makassar, Andi Umar, ia tampak beberapa kali memberikan support kepada para peserta UN. “Semangat ki nak ujiannya’, perhatikan baik- baik soalnya baru kita jawab,” ujar Deng Ical.

Ia juga meminta kepada siswa untuk tenang dalam menghadapi UN. Jangan ada yang terburu-buru dalam mengerjakan soal. Deng Ical juga tak lupa mendoakan para siswa yang mengikuti UN mendapatkan nilai yang baik. “Semoga hasil ujian ta semua mendapatkan nilai yang memuaskan,” katanya.

[NEXT-RASUL]

Dihubungi tepisah, Humas Polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin mengatakan hari pertama terdapat 2 orang melaksanakan UN di Lapas Polsek berbeda.

“Siswa yang laksanakan UN di lapas antara lain, Agung Dwitama (17) pelajar SMK UMI Makassar, jurusan computer, alamat Jl Baji pangaseng. ujian di Polsek Tamalate. Sedangkan Imam bin Idris (16)SMA Abdi alama jalan terong. Ujian di polsek Bontoala,” tuturnya.

Dia menambahkan, dalam kasus kedua siswa tersebut diancam dengan hukuman yang berbeda. “Agung kasus masuk pasal 365 UU KUHP. Sedangkan Imim bin Idris kasus pencurian pasal 363,” tambahnya. (yad-ram/D)


div>