SENIN , 22 OKTOBER 2018

Kawal Suara Rakyat

Reporter:

Suryadi - Iskanto - Fahrullah - Ramlan

Editor:

asharabdullah

Rabu , 27 Juni 2018 10:30
Kawal Suara Rakyat

Dok. RakyatSulsel

– Sebelas Lembaga Riset Gelar Quick Count
– Pilgub Sulsel 2018

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemenang Pilkada 2018 secara resmi ditentukan KPU melalui pleno akhir rekap suara manual pada awal Juli 2018. Meski begitu, perolehan suara Pilgub dan 12 Pilkada Kabupaten/Kota di Sulsel bisa diketahui lebih cepat pascapencoblosan, Rabu (27/6).

Melalui metodologi ilmiah, sedikitnya sebelas lembaga riset merencanakan melangsungkan hitung cepat (quick count) Pilgub Sulsel 2018. Antara lain oleh LSI Denny JA, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Jaringan Suara Indonesia (JSI), IndoBarometer, Populi Center, Cyrus Nusantara, Celebes Research Center (CRC), Indeks Politica Indonesia (IPI), Pandawa Research, Indikator Politik Indonesia.

Akurasi data dan tingkat kepercayaan hasil hitung cepat dijamin tepat oleh lembaga penyelenggara QC. Terutama pada lembaga-lembaga riset yang menggunakan lebih banyak TPS (Tempat Pemungutan Suara) sebagai sampel.

Sejumlah lembaga riset yang dihubungi terpisah, menyatakan siap melangsungkan hitung cepat Pilkada 2018. Hasil QC ditegaskan obyektif dengan tingkat kepercayaan hingga 95 persen.

Direktur PT Jaringan Suara Indonesia (JSI), Fajar S Tamin, mengungkapkan pihaknya akan melangsungkan quick count dan exit poll khusus Pilgub Sulsel. “JSI menjadi mitra KPU dalam melakukan quick count dan exit poll Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018,” ujarnya, Selasa (26/6) kemarin.

JSI yang teruji sebagai lembaga paling presisi dalam QC Pilgub Sulsel 2013 tersebut, merencanakan menggunakan sedikitnya 350 TPS sebagai sampel dari total 17.140 TPS Pilgub Sulsel 2018. Tingkat akurasi data dan presisi hitung cepat, disebutkan mencapai 95 persen.

“Margin of error plus minius satu persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen,” jelas Fajar.

Ratusan relawan disiagakan JSI dalam melaksanakan quick count, Rabu hari ini. Diungkap Fajar bahwa JSI dalam melakukan QC baik di Sulsel maupun di propinsi ataupun kab/kota lainnya, belum pernah meleset jauh dari hasil real KPU.

“Akurasi dan presisi quick count JSI terjaga dengan baik,” jaminnya.

Terpisah, Direktur Celebes Research Center (CRC), Andi Wahyuddin Abbas, mengungkapkan, akan melangsungkan QC Pilgub Sulsel dan hitung cepat sejumlah Pilkada Kabupaten/Kota. Khusus Pilbup/Pilwali, dia menyebutkan bahwa lembaganya akan mengambil minimal 200 TPS sebagai sampel.

“Untuk Pilgub jumlah sampel belum dipastikan. Tapi kami jamin CRC obyektif. Biasanya presisinya tidak berselih jauh dengan hasil perhitungan KPU,” kata Wahyuddin.

Pemegang rekor MURI untuk quick count paling cepat, paling akurat dan paling banyak, LSI Denny JA, memastikan ikut mengawal kontestasi Pilgub Sulsel 2018. Penelitisi LSI, Hanggoro Doso Pamungkas, mengatakan, LSI siap menyajikan hasil hitung cepat pada hari pemungutan suara, Rabu (27/6).

Sedangkan, Direktur Eksekutif IPI, Suwadi Idris Amir, menjelaskan, untuk pantauan pencoblosan, IPI menerjunkan 1.000 orang lebih di lapangan. Selain quick count, juga akan dilakukan real count di empat daerah. Antara lain Jeneponto, Wajo, Luwu dan Sidrap.

“Dari seluruh TPS yang ada di Sulsel, kami akan menempatkan relawan di 40 persen dari jumlah TPS yang ada,” ujarnya.

Sementara, Ketua KPU Sulsel, Misna M Hattas, mengungkapkan, baik lembaga survei dan lembaga pemantau, mengikuti aturan serta ketentuan yang telah disepakati. Salah satunya adalah
mempublish hasil quick count setelah pemilihan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Intinya, tidak boleh mempublish hasil quick count sebelum penutupan TPS,” tegasnya.

Soal petugas pemantau independen, Misna menyebutkan, ada petugas di lapangan. Secara kolektif, KPU menggunakan salah satu room di Hotel Clarion Makassar sebagai lokasi (pusat data) untuk pemantauan. Posko tersebut dilengkapi CCTV yang terkoneksi dengan beberapa lokasi TPS, sehingga dengan mudah menerima data yang masuk dari tim di lapangan.

“Lokasi pemantauan pusat data di Hotel Clarion. Ini untuk mengontrol pemungutan dan perhitungan suara. Ada CCTV di daerah terdekat,” lanjutnya.

Terkait potensi kerawanan, potensi pelanggaran, serta upaya antisipasi pencegahan dan kemungkinan proses aduan jika ditemukan, Misna menjelaskan, ada aturan dan prosedur yang diatur dalam pilkada. Sehingga, ia hanya mengimbau untuk seluruh masyarakat agar menyalurkan hak pilih serta menjaga wilayah masing-masing agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Jaga kondusifitas wilayah, jangan ganggu keamanan. Jika ada kecurigaan, percayakan kepada penyelenggara untuk menyelesaikan,” pungkasnya.

Khusus untuk pengamanan, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel menerjunkan puluhan personel penembak jitu (sniper).

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan, 60 sniper yang dikerahkan akan disiagakan untuk mengantisipasi potensi konflik saat proses pencoblosan di TPS.

“60 pasukan penembak jitu kita siapkan dan akan kita sebar di seluruh Sulsel,” ungkapnya.

Selain itu, kata Dicky, penembak jitu ini nantinya akan disebar di beberapa wilayah di Sulsel, khususnya Kota Makassar.

Di mana, para pasukan elite ini akan melakukan tindakan tegas terhadap oknum yang hendak melakukan kericuhan saat momentum pemilihan berlangsung. Tindakan tegas berupa tembak di tempat.

“Tidak ditembak mati, cuma melumpuhkan saja,” pungkasnya. (*)


div>