SENIN , 10 DESEMBER 2018

Kawasan CPI Aman Gempa dan Likuifaksi

Reporter:

Arini

Editor:

Iskanto

Kamis , 25 Oktober 2018 09:40
Kawasan CPI Aman Gempa dan Likuifaksi

Kawasan Centre Point of Indonesia di Makassar. foto aseprakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Terkait dengan hangatnya pemberitan tentang bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu dan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia. Grup Ciputra bersama dengan kontraktor PT Boskalis Indonesia dan konsultan Wittevveen Bos Indonesia (WBI), sudah sejak awal melakukan mitigasi bencana sebelum melaksanakan reklamasi.

General Manager Citraland, Hendra Wahyuadi, mengatakan sejak awal, pihak Ciputra khususnya kawasan Center Point Indonesia (CPI) sudah melakukan perhitungan dengan melakukan mitigasi bencana sebelum melaksanakan reklamasi. Salah satu mitigiasi tersebut dengan melakukan penilitian tanah terlebih dahulu, merencanakan konsolidasi tanah dan menetapkan desain kteria untuk area reklamasi.

“Secara metode kami jamin tidak akan terjadi likuifaksi, kami tidak ingin ceroboh dan kami sudah perhitungkan. Kami telah menetapkan desain kreteria untuk area reklamasi dengan tujuan mengurangi dampak dari gempa dan likuifaksi yang mungkin terjadi sesuai dengan standar nasional dan internasional terupdate,” ungkapnya, Rabu (24/10).

Komitmen kontrator PT Boskalis Internasional Indonesia, lanjut dia, untuk kawasan CPI baik dari timbunan dan supplay pasir reklamasi tahap pertama 100 persen telah selesai, sedangkan untuk pemadatan tanah dengan teknologi reklamadi termodern sudah mencapai 98 persen.

“Untuk melakukan serangkaian teknologi konsilidasi dan pemadatan tanah meliputi Prefabricated Vertical Drain (PVD), merupakan tahapan awal pemadatan dengan memasukkan material geotextile kedalam tanah untuk mengeluarkan air yang berada dilapidan tanah lempung, yang kedua melakukan Vibro Compaction yakni pemadatan dengan menyutikkan besi panjang yang digetarkan dengan bantuan air dengan tekanan yang sangat kencang,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan dari Wittevveen+Bos Indonesia (WBI), Boni Yogatama mengatakan, untuk wilayah Makassar memiliki potensi untuk likuifaksi karena berlapis pasir. Namun, terjadinya likuifaksi ada pemicunya yakni gempa, sedangkan Makassar potensinya masih sangat kecil.

“Sebenarnya gempa tidak bahaya, cuma jika bangunan tidak dibangun sesuai standar yang ada, maka akan mudah rubuh yang menyebabkan korban. Bagaimana cara mencengah likuifaksi, di proyek CPI sendiri tanahnya sudah padat dengan alat yang sesuai dengan standar, dan akan mencengah likufaksi” tambahnya.

Dalam melakukan mitigasi gempa yang mungkin terjadi, untuk perencanaan infrastruktur dan bangunan Grup Ciputra sudah mengacu pada aturan SNI 1726 Tahun 2013 yang dikeluarkan oleh Badan Standarisadi Nasional (BSN). (*)


div>