SENIN , 22 OKTOBER 2018

Kawin Campur Makin Marak, Pemkab Perketat Administrasi Pernikahan

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Minggu , 08 Oktober 2017 22:04
Kawin Campur Makin Marak, Pemkab Perketat Administrasi Pernikahan

ilustrasi

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Kasus kawin campur kian marak di Sanggau. Pemkab setempat pun tak lagi menutup mata mengatasi kasus yang merebak di wilayahnya tersebut. Para Camat akan dilibatkan untuk mengatasi perkawinan beda negara tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sanggau, Zawawi mengaku akan mengambil langkah prefentif terkait maraknya praktik kawin campur. Terutama di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Kawin campur (antara WNI dan WNA) tentu akan berdampak pada proses pembuatan dokumen kependudukan mereka nanti,” kata Zawawi dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Minggu (8/10).

Langkah awal penertiban dokumentasi kependudukan, Disdukcapil akan membuat surat yang ditujukan kepada para Camat. Agar mengambil langkah tegas jika menemukan praktik tersebut. “Surat itu nanti ditandatangani Pak Bupati dan ditembuskan ke Imigrasi,” ujar Zawawi.

Dia membenarkan, kawin campur akan sangat berpengaruh terhadap anak-anak hasil praktik tersebut. Terutama soal dokumentasi kependudukan. “Ya, pasti ada dampaknya. Kebanyakan mereka ini biasaya kawin bawah tangan,” tutur Zawawi.

Namun satu sisi, dia membenarkan jika selama memimpin Disdukcapil, belum pernah melakukan sosialisasi terkait kawin campur. “Nanti akan saya tanyakan kepada Kabidnya langsung. Kalau jaman saya belum pernah (sosilaisasi), tak tahu kalau sebelumnya,” ungkapnya.

Mereka yang kawin capur bisa tinggal secara permanen di Indonesia, namun harus pindah kewarganegaraan terlebih dahulu. “Ada namanya Surat Keterangan Pindah Warga Negara Asing (SKP WNA). Tapi bukan berarti tinggal dan datang sekali-sekali. Saat ini masalahnya kita kan tidak tahu dia ini melakukan praktik kawin campur atau tidak,” sebut Zawawi.


div>