Ke Australia, IYL Diskusi dengan Pakar Pendidikan

Ichsan Yasin Limpo berkunjung ke Aussie Melbourne Schools, Senin (20/3)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM— Calon gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo (IYL), memaksimalkan kunjungannya ke Australia, Ahad-Senin (19-20/3). Ketua PMI Sulsel ini, berdiskusi dengan pakar pendidikan dan berkunjung ke sejumlah lokasi pusat pendidikan.

Senin (20/3), IYL mengunjungi Aussie Melbourne School dan Oaklegh Primary School and Kindergarten. Mantan Bupati Gowa yang meraih 17 penghargaan di bidang pendidikan tersebut, berdiskusi dengan manajemen sekolah dan mengamati proses pembelajaran sebagai bagian studi perbandingan dengan manajemen pendidikan di Indonesia umumnya.

Kunjungan IYL ke Australia, antara lain dilakukan sebagai studi komparasi dalam rangka penyelesaian studi doktoral pada program pascasarjana Universitas Hasanuddin.

Australia menerapkan sistem pendidikan berkelanjutan untuk pendidikan dasar dan menengah. Semua pelajar secara otomatis naik kelas sejalan dengan pergantian tahun.

Untuk sekolah dasar (Primary School), terang IYL, empat negara bagian di Australia menetapkan masa pendidikan selama enam tahun, namun ada juga yang menerapkan lama pendidikan tujuh tahun semisal di negara bagian South Australia (SA), Northern Territory (NT), Queensland (Qld), dan Western Australia (WA).

Selama memimpin Kabupaten Gowa dua periode, Ichsan Yasin Limpo, mencetuskan berbagai inovasi pendidikan. Diantaranya Gowa sebagai Kabupaten pertama di Sulsel bahkan Indonesia yang menerapkan pendidikan gratis, penerapan perda wajib belajar secara sistematis, punggawa d’emba education program, satpol pp pendidikan, metode pembelajaran internasional dengan mengadopsi sistem Finlandia dan Jepang, hingga sistem kelas tuntas berkelanjutan.

Sejak perda pendidikan gratis diterapkan, Pemda mengalokasikan anggaran 20 persen lebih dari total APBD setiap tahunnya. Ini signifikan dengan Perda Wajib Belajar yang mencantumkan klausal denda bagi orangtua yang ditemukan tidak menyekolahkan anaknya.

Satpol PP pendidikan yang hadir di Gowa, teruji efektif melakukan pengawasan dalam mengawal tingkat disiplin tenaga pengajar dan keaktifan peserta didik. (*)