RABU , 24 OKTOBER 2018

Kebakaran di Makassar Menurun

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 28 April 2016 19:55
Kebakaran di Makassar Menurun

Armada kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar memadamkan api di salah satu titik kebakaran di Makassar, belum lama ini. foto: mdfajar/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kasus kebakaran yang terjadi di Kota Makassar pada triwulan I tahun 2016, Januari-April, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar, Amran Samad, menyebutkan, pada triwulan I, jumlah kasus kebakaran yang ditangani Damkar mengalami penurunan sekira 10 persen.

“Triwulan I ini kasus kebakaran yang ditangani sebanyak 34 kasus, sementara tahun lalu periode yang sama sebanyak 42 kasus. Artinya, lebih banyak tahun lalu kasus kebakaran yang terjadi,” katanya.

Sementara, anggaran yang disediakan untuk kasus pemadaman api sebesar Rp12 juta setiap bulannya. Artinya per tahun anggaran pemadaman api untuk penggunaan air di PDAM sebesar Rp144 juta.

“Penggunaan anggarannya tergantung pada tinggi rendahnya kasus kebakaran, jika kasus kebakaran menurun angaran yang digunakan juga bisa diminimalisir, Hingga saat ini realisasi penggunaan anggaran sebesar 10,11 persen,” terangnya.

Wakil Ketua Komisi D, Andi Nurman, menyarankan agar Damkar bisa membuat titik-titik pengambilan air sebagai sumber untuk memadamkan api, jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran, sehingga ketika terjadi kebakaran Damkar tidak perlu lagi bolak-balik mengambil air ke PDAM jika kekurangan air saat pemadaman dilakukan.

“Damkar harus bisa membuat titik-titik air dibeberapa kecamatan yang dianggap rawan terjadi kebakaran, misalnnya dengan membuat sumur bor agar tidak terlalu jauh mengambil air,” kata legislator Golkar itu. (***)


div>