SELASA , 23 OKTOBER 2018

Kebakaran Hutan Meluas, Penderita ISPA Meningkat di Malili

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 04 September 2015 15:38

MALILI, RAKYAT SULSEL.COM – Musim kemarau yang berkepanjangan, telah menyebabkan meningkatnya jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur (Lutim). Peningkatan tersebut, merupakan dampak langsung dari pembakaran hutan yang terjadi di Malili.

Kepala Puskemas Kecamatan Malili, dr Benny membenarkan adanya peningkatan jumlah penderita ISPA. “Benar, jumlah penderita ISPA saat ini sangat meningkat yang tercatat di Puskemas Malili,” jelas dr Benny yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/9). Dia mengatakan, kondisi tersebut kemungkinan juga disebabkan karena faktor lingkungan dan cuaca yang panas di musim kemarau, sehingga daya tahan tubuh menurun.

Benny pun menjelaskan bahwa sebelumnya, pada bulan Juni lalu, jumlah penderita ISPA tercatat mencapai 512 penderita. Jumlah itu meningkat pada bulan Juli menjadi 556 orang, dan Agustus telah mencapai 727 orang penderita. Menurut Kepala Puskesmas Malili ini, mayoritas penderita ISPA adalah anak-anak dan lanjut Usia (Lansia). “Adanya faktor pembakaran lahan hutan yang menimbulkan asap di sekitar pemukiman masyarakat menjadi salah satu penyebab jumlah penderita meningkat tajam,” jelas dr Benny.

Dari 11 desa/kelurahan Yang ada di kecamatan Malili, ada tiga desa/kelurahan yang jumlah penderitanya bertambah sangat cepat, yaitu kelurahan Malili, desa Puncak Indah dan desa Baruga.

Untuk mencegah semakin bertambahnya penderita, pihak Puskesmas Malili berupaya melakukan penyuluhan langsung kepada masyarakat.”Kami akan melakukan penyuluhan di 11 desa di kecamatan malili, untuk mencegah peningkatan penyakit ISPA itu,” kata Kepala Puskemas Malili ini.

Selain penyuluhan, tim puskesmas Malili juga akan melakukan pengobatan langsung di lokasi, terutama ketika mendapati ada penderita. “Dengan penyuluhan, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat, begitu penting berperilaku sehat,” katanya.

Mengenai adanya kebakaran lahan hutan sebagai penyebab meningkatnya jumlah penderta penyakit ISPA, Kadis Kehutanan Lutim, Andi Makkaraka mengakui kondisi tersebut. Dia mengatakan, kebakaran hutan di Malili terjadi pada sekitar 10 hektar, termasuk 2 hektar hutan lindung hangus terbakar. “Akibat kebakaran ini, sekitar wilayah Malili di penuhi kabut asap,” katanya.

Banyaknya kasus kebakaran hutan yang terjadi di Malili, kata Andi makkaraka, pihak Polhut akan melakukan patroli dan membuka posko koordinasi kebakaran hutan. Hal itu dimaksudkan untuk memantau titik api, dan memastikan daerah tersebut tidak ada lagi terjadi kebakaran.


div>