JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Kebut Penyidikan Kasus Setya Novanto, KPK Periksa Ratusan Saksi

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 23 September 2017 14:00
Kebut Penyidikan Kasus Setya Novanto, KPK Periksa Ratusan Saksi

Setya Novanto. Foto: dok/JPNN.com

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP dengan tersangka  Setya Novanto terus berlanjut. KPK tak mau kehilangan fokus walaupun sejumlah upaya untuk menghambat prosesnya. Ratusan sanksi pun sudah dipanggil komisi antisurah itu untuk menguak keterlibatan Novanto dalam kasus korupsi e-KTP.

“Selain proses praperadilan ini masih tetap berjalan, sampai hari ini dan sekarang sekitar 116 saksi sudah kita periksa dalam kasus eKTP dengan tersangka SN,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (22/9).

Khusus hari ini, KPK melakukan pemeriksaan untuk sejumlah saksi guna mendalam lebih lanjut temuan-temuan tim fatmwati terkait dengan pengadaan e-KTP. “Dan juga adanya indikasi transaksi keuangan yang terkait proyek e-KTP tersebut. Proses ini jalan terus,” imbuhnya.

Mereka yang diperiksa di antaranya adalah Evi Andi Noor Halim selaku IT Consultant pada PT Inotech dan staf IT PT RFID Indonesia, Melyanawati anak buah pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Dudy Susanto karyawan PT Softorb Technology Indonesia, Slamet Aji Santoso pegawai (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), Mulyadi mantan sopir Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman. Kemudian Fajar Kurniawan dan Kurniawan Prasetya Atmaja PNS Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Sementara itu, Novanto sendiri belum bisa diperiksa lantaran dia tengah menjalani perawatan di RS Premier Jatinegara. Kondisi terakhir dari kunjungan tim dokter dan penyidik KPK pada Rabu lalu, sejatinya Novanto sudah bisa diperiksa.

Saat ini, KPK tengah mempertimbangkan apakah apakah akan dilakukan permintaan second opinion(pendpata kedua) atau tidak.

“Updatenya kita sampaikan lebih lanjut. Karena memang setelah proses pengecekan kami mendiskusikan internal apakah dibutuhkan second opinion dari IDI atau tindakan apa yang kita lakukan,” pungkasnya.

(dna/JPC)


div>