SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Kecamatan Rappocini Luncurkan Perahu Sapu Kanal

Reporter:

Editor:

dedi

Jumat , 31 Maret 2017 20:45
Kecamatan Rappocini Luncurkan Perahu Sapu Kanal

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Untuk memaksimalkan kebersihan kanal, Kecamatan Rappocini luncurkan satu unit perahu sapu kanal atau disebut jaga kanal “Jaka”, di kanal Jalan Rappocini Raya, pagi kemarin.

Peluncuran alat kebersihan tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Makassar, Indira Jusuf Ismail.

Kata istri Wali Kota Makassar ini, apa yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan telah memberikan inovasi kepada warga dalam menjaga kebersihan lingkungan yang titiknya sulit terjangkau.

“Pak camat sangat merespon. Tetapi bagi masyarakat tidak lagi untuk membuang sampahnya ke kanal. Mariki jaga sama-sama kanalta dan kebersihan lingkungan,” kata Indira usai meresmikan perahu Jaka Rapoccini.

Camat Rappocini, Hamri Haiya, menyatakan, gagasan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui kecamatan mengingat tingginya partisipasi masyarakat sekitar kanal secara rutin membersihkan saluran air makro tersebut.

“Selama ini warga kelurahan rappocini rutin membersihkan kanal dengan memakai armada darurat menggunakan drom plastik. Makanya kita hadirkan perahu jaka,” terangnya.

Secara teknis, perahu sapu kanal yang menggunakan anggaran kecamatan kurang lebih Rp50 juta itu nantinya akan dioperasikan oleh satuan tugas (satgas) jaka setiap harinya.

“Pengoperasian perahu ini direncanakan di kanal khusus yang masuk di wilayah rappocini. Jumlah satgas khusus hanya satu dibantu swakelola kelurahan lima orang,” kata Hamri.

Lebih lanjut, untuk saat ini di wilayah Kecamatan Rappocini hanya membutuhkan satu unit perahu jaka saja. Apalagi panjang kanal rappocini terbilang tidak panjang.

Adapun kanal lainnya di komplek stella maris di Jalan Letjend Hertasning-Tidung X tetap menjadi perhatian pihak kecamatan.

“Cukup satu saja karena pendekji kanalnya. Kalau di kanal stella maris nanti dilihat apakah bisa tembus atau perahunya mudah dipindahkan. Di sana juga kurang masyarakat karena diapit perumahan,” pungkas Hamri.


div>