SABTU , 21 JULI 2018

Kedapatan Bagi Ikan, Tim Sumanga’Na Minta Panwas Tegas

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Jumat , 09 Maret 2018 19:40
Kedapatan Bagi Ikan, Tim Sumanga’Na Minta Panwas Tegas

logo panwaslu

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Bantaeng mulai mengendus dugaan praktik money politik di Pilkada Bantaeng. Panwaslu sedang menyelidiki dugaan money politic dengan membangikan ikan kepada warga di Bantaeng.

Dugaan itu tercium setelah anggota Panwas mendapati sebuah mobil pikap yang mengangkut ikan di Dusun Bulu-bulu, Desa Bontoa, Kecamatan Tompobulu, Kamis, 7 Maret. Daerah ini diketahui adalah basis suara pasangan calon nomor urut dua, Andi Sugiharti MK-Andi Mappatoba.

Panwas menduga ikan yang dibagikan itu dilakukan oleh sinpatisan pasangan nomor urut satu, M Alwi-Nurdin Halim. Meski demikian, Panwaslu masih menyelidiki motif pembagian ikan secara gratis itu.

“Bagi – bagi ikan memang ada, tetapi mau dipastikan dulu siapa yg bagi bagi ikan tersebut. Dugaan bahwa melakukan adalah orangnya paslon no urut 1 maka itu harus dipastikan,” kata ketua Panwaslu Bantaeng, Muhammad Saleh.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sementara menyelidiki dan mengumpulkan bukti terkait kejadian yang terjadi jam 07:00 kemarin pagi tersebut.

“Kami sementara kumpulkan bukti dan keterangan terkait hal tersebut,” katanya.

Loyalis dan tim Sumanga’Na, Aidil mengatakan, bahwa bukti yang berupa foto foto itu sudah sangat kuat dan telah memperlihatkan bahwa itu sudah jelas adalah sebuah pelanggaran. Dia berharap ketegasan Panwaslu Bantaeng untuk segera menindaki itu.

Bagi dia, sikap tegas Panwaslu juga akan mengajarkan kepada masyarakat bagaimana risiko berpolitik tidak sehat.

“Ini kan punya bukti dan saya rasa dgn bukti foto foto ini sangat kuat bahwa itu adalah sebuah pelanggaran. Hal ini mengajarkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan money politik,” jelas aktivis LSM TKP ini.

Aidil juga menambahkan, Panwaslu harusnya bisa memberikan sanksi tegas terkait temuan itu. Salah satunya adalah dengan mendiskualifikasi kandidat yang terbukti melakukan money politik.

“Bisa (Didiskualifikasi) karena itu sudah masuk pelanggaran. Lagian kemarin juga didapat lagi bagi-bagi ikan ” katanya.

Dewan Pembina Jaringan Kepedulian Masyrakat Miskin (JKMM), Rusdi berharap Paslon tidak hanya membagikan hal seperti itu saat ini saja. Tetapi sekalipun sudah pilkada harus selalu siap berbagi, kalau memang mereka peduli terhadap Masyarakat.

“Karena kami mengharapkan Pemimpin yang berjiwa peduli,” katanya. (*)


div>