SELASA , 12 DESEMBER 2017

Kedua di Sulsel, Operasi Berbasis Kamera Kini Dilayani di RSUD Parepare

Reporter:

Editor:

niar

Rabu , 29 November 2017 13:21
Kedua di Sulsel, Operasi Berbasis Kamera Kini Dilayani di RSUD Parepare

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Managemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Parepare semakin memaksimalkan pelayanan, termasuk penyediaan sarana dan prasarana kesehatan, serta sumber daya manusia (SDM) yang andal di bidangnya.

Kali ini Rumah Sakit yang telah terakreditasi Madya ini, telah menerapkan tindakan operasi berbasis kamera atau Laparascopy, dan ini merupakan daerah kedua, setelah Kota Makassar yang menerapkan layanan operasi Laparascopy di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Informasi ini dikemukakan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) RSUD Andi Makkasau Kota Parepare, Hj St Mukarramah. Menurutnya, dengan hadirnya alat kesehatan yang didukung SDM yang ahli di bidangnya ini, sehingga tindakan operasi berbasis kamera sudah diterapkan di Parepare.

“Iya, Alhamdulillah RSUD Parepare sudah membuka layanan operasi dengan menggunakan sistem kamera atau istilahnya Laparascopy. Selain alat, kita juga didukung tim ahli bedah di bidangnya,” ujar St Mukarramah, Rabu, (29/11/2017).

Senada, Dokter Ahli Bedah RSUD Andi Makksau, Budiman Siri juga membenarkan adanya layanan Laparascopy yang telah diterapkan di RSUD. Dijelaskan pula, dengan tindakan operasi tersebut, para pasien tidak perlu khawatir bekas operasi di kulit.

“Jika pada umumnya tindakan operasi dilakukan irisan lebih luas hingga 30 centi meter, dengan sistem Laparascopy ini, irisan pada kulit pasien lebih kecil, yakni satu centi dan Parepare ini menjadi daerah pertama di Sulsel luar Kota Makassar yang menerapkan operasi Laparascopy,” bebernya.

Pada penerapan tindakan operasi tersebut kata Budiman, Tim Ahli Bedah RSUD Andi Makkasau telah dibekali pelatihan yang disusul dengan evaluasi peralatan yang ada.

“Untuk tahap awal, Laparascopy baru diterapkan untuk kasus Cholesistectomy atau pengangkatan batu empedu dan kantongnya, serta pengangkatan usus buntu atau appendix yang infeksi. Hanya dengan tiga hingga empat titik irisan kecil pada kulit pasien, batu empedu bisa kita keluarkan,” terang Budiman.

Sementara, Dokter Ahli Bedah , Ibrahim Kasim mengemukakan, meski baru dua jenis kasus penyakit yang saat ini dikembangkan tim medis ahli bedah di RSUD Andi Makkasau, namun ke depan sistem Laparascopy bisa meluas hingga ke bidang lainnya seperti kandungan atau pengangkatan kista. (nia)


div>