KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Kejagung Telisik Sertifikat Tanah PWI

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Iskanto

Kamis , 06 Desember 2018 08:20
Kejagung Telisik Sertifikat Tanah PWI

Gedung PWI Sulsel. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kasus dugaan pembiaran penggadaian lahan negara di kompleks PWI Sulsel menjadi perhatian serius Kejaksaan Agung (Kejagung). Pengusutan kasus itu terus dilakukan Kejagung. Salah satunya mancari tahu keabsahan seritifikat tanah negara yang dijual dan digadaikan oleh oknum pengusaha.

Kemarin, Rudy Mawengkang, salah satu pemegang sertifikat tanah bernomor 2746 menjalani pemeriksaan di Kejati Sulsel. Ia diperiksa penyidik Kejaksaan Agung selama lima jam. Mulai pukul 10.45 WITA hingga pukul 15.30 WITA.

Usai diperiksa, Rudy Mawengkang mengaku materi pemeriksaannya seputar kronologi sertifikat tanah atas nama William Theodorus bernomor 2746 yang berada di tangannya. Penyidik ingin mengetahui apakah ada permainan sehingga sertifikat itu bisa dimilikinya.
Padahal, di satu sisi, lahan tersebut diklaim milik Pemprov Sulsel. Tanah negara.

Dijelaskannya, dugaan main mata atau kongkalikong itu tidak ada. Ia menguasai sertifikat itu sejak tahun 2002. William Theodorus menggadaikan sertifikatnya.

Soal gadai menggadai itu, diakuinya, sangat jelas tertuang dalam surat perjanjian. “Saat itu, ia (William) bilang lokasinya di belakang gedung PWI. Saya cek di BPN Makassar ternyata di lahan gedung PWI,” katanya.

Soal klaim Pemprov Sulsel itu merupakan aset mereka, ia tidak ingin menggubrisnya. Ia menegaskan tidak berurusan dengan instansi pemerintah. Hanya dengan William Theodorus. Sebagai pemilik tanah seluas 801 meter persegi berdasarkan sertifikat bernomor 2746. “Sampai sekarang ia belum melunasi utangnya,” katanya.

Informasi yang diperoleh, hari ini penyidik kejaksaan akan menelisik lebih jauh mengenai keabsahan sertifikat tanah yang telah digadaikan William Theodorus. Baik ke perorangan maupun ke bank.

Pengumpulan bukti-bukti dokumen tersebut sedianya akan menjadi dasar bagi penyidik untuk meningkatkat status kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan.
“Ya. Benar. Besok (hari ini), sertifikat yang ada sama saya dicek di BPN Makassar. Nantinya akan dicopy dan dilegalisasi oleh BPN. Sertifikat tanah asli tetap saya pegang,” bebernya.

Kepemilikan sertifikat tanah gedung PWI oleh Rudy Mawengkang setidaknya justru membuka fakta baru dalam kasus lain. Kasus yang membelit mantan ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh.

Di mana, Zugito, kalah dalam sidang praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan komersialisasi aset Pemprov Sulsel. Yakni, penyewaan gedung lantai I PWI ke manajemen Alfamart.

Usai disumpah di sidang praperadilan itu, di depan majelis hakim, saksi William Theodorus mengaku telah menyerahkan seluruh sertifikat tanah tersebut ke Pemprov Sulsel. Sebagaimana, kesepakatan ruilslag (tukar guling) Balai Wartawan tahun 1962.

Saksi dari pihak Pemprov Sulsel juga menegaskan itu. Dengan munculnya keterangan Rudy Mawengkan dalam dugaan penggadaian tanah tersebut, maka keterangan William dan utusan Pemprov Sulsel di depan hakim menjadi sebuah tanda tanya besar. Benar atau sekadar keterangan palsu.

“Saya tidak ingin komentari itu. Karena saya tahu hal itu (sidang praperadilan) setelah melihat di media sosial. Makanya saya muncul dan memperlihatkan kalau saya-lah pemegang sertifikat tanah itu karena utang piutang dengan William,” bebernya.

Terpisah, Ketua Tim Pencari Fakta PWI Sulsel, Faisal Palapa mengapresiasi langkah penyidik kejaksaan menyikapi kasus itu. Ia justru menyayangkan lemahnya Pemprov Sulsel dalam menjaga asetnya. Apalagi, penjualan itu berlangsung belasan tahun.

Sesuai hasil hearing (rapat dengar pendapat) beberapa tahun lalu, DPRD Sulsel merekomendasikan agar kisruh lahan tersebut segera dituntaskan. Akan tetapi, hingga saat ini masalah itu belum terselesaikan.

Karena itu, dalam waktu dekat, pihaknya akan menyampaikan masalah ini ke DPRD Sulsel untuk dilakukan pembahasan kembali dengan pihak eksekutif. “Ini harus dibahas kembali di DPRD Sulsel. Kenapa praktik itu dibiarkan selama itu,” jelasnya. (jus)


div>