SELASA , 23 OKTOBER 2018

Kejaksaan Ditantang Ungkap Tersangka Baru

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 04 April 2016 10:33
Kejaksaan Ditantang Ungkap Tersangka Baru

ASEP/RAKYATSULSEL/C PEMERIKSAAN KASUS KORUPSI BANSOS. Politikus Golkar Chairul Tallu Rahim memberi keterangan kepada wartawan seusai diperiksa di Kejaksaan Tinggi Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, beberapa waktu lalu. Mantan anggota DPRD Sulsel tersebut dipanggil sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Sulsel 2008 saat menjabat sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD periode 2004-2009 dengan kerugian negara mencapai Rp8,8 miliar.

Rakyatsulsel.com — Hampir sebulan berlalu Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar berhenti melakukan pemeriksaan terhadap kasus dana Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2008. Hingga saat ini kasus yang menyeret banyak nama legislator di Sulsel tak kunjung tuntas.

Dengan berhentinya pemeriksaan kasus Bansos 2008 tersebut, Wakil Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Abdul Kadir Wokanubun, meminta kejaksaan segera menuntaskan pengusutan kasus korupsi tersebut.

“Kalau mau dilihat, kasus ini sebenarnya sudah diketahui dokumen-dokumenya dan saya anggap ini sudah lengkap,” ujarnya

Kadir menambahkan, jika kasus Bansos 2008 ini terus diundur-undur oleh pihak Kejaksaan maka masyarakat kemakin curiga terhadap salah satu penegak hukum  tertinggi tersebut.

“Kalau memang serius untuk menangani kasus ini, jangan di gantung, kan kasus ini melihat perhatian pablik yang sudah diketahui namun pihak kejaksaan mencicil-cicilnya,” katanya.

Dirinya juga menganggap kasus ini mandet dikarenakan pihak Kejaksaan tidak terlalu serius melakukan penetapan tersangka baru Bansos 2008 pada jilid IV. “Kita lihat pengungkapan bansos ini sudah nyaris lengkap tinggal kita mepertanyakan kepada kejaksaan, apakah mau serius menangani kasus bansos ini atau tidak dan publik saat ini sudah menunggu penetapan tersangka yang baru,” tambahnya.

[NEXT-RASUL]

Pihaknya juga meminta kepada kejaksaan jika Kasus Bansos yang saat ini belum terselasaikan hingga beberapa tersangka sebelumnya sudah bebas, seperti Anwar Beddu lebih baik Kejati menyerahkan perkara tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami berharap kasus bansos jilid IV yang terakhir. Jangan lagi penetapan tersangkanya dicicil,” tuntasnya.

Diketahui sebelumnya, dalam penanganan kasus bansos ini, kejaksaan telah menyeret enam terdakwa. Mereka adalah Andi Muallim, bekas Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (divonis 2 tahun bui), bekas Bendahara Pengeluaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Anwar Beddu (15 bulan), bekas legislator DPRD Sulawesi Selatan, Muhammad Adil Patu (2,5 tahun), bekas legislator DPRD Makassar, Mujiburrahman (1 tahun); politikus Golkar, Abdul Kahar Gani (1 tahun) dan Mustagfir Sabri, legislator DPRD Makassar (bebas).

Sementara Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin mengatakan, tidak adanya pemeriksaan dalam beberapa pekan terakhir dikarenakan padatnya kegiatan Kejaksaan dalam pekan takhir ini.

Menurut dia, beberapa petinggi Kejaksaan Agung diketahui berkunjung ke Makassar ditambah dilaksanakannya kunjungan kerja ke sejumlah kabupaten/kota lingkup Sulawesi Selatan. “Besok (Hari ini) saya cek lagi di Pidsus,” jelasnya.

Salahuddin menambahkan jika kasus tersebut sebenarnya tidak dihentikan karena begitu banyak yang harus dievaluasi setelah tim penyidik memeriksa saksi-saksi.¬† “Kami tidak mendiamkan kasus tersebut (Bansos). Tim penyidik terus bekerja, tapi memang untuk pemeriksaan belum dilakukan dalam beberapa hari terakhir ini,” ungkapnya. (D)


div>