MINGGU , 22 JULI 2018

Kejaksaan Setengah Hati Mengusut Dugaan Korupsi Ambruknya Ruang Perawatan RSUD Takalar

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 23 Februari 2016 14:52

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Kejaksaan negeri (Kejari) Takalar terkesan setengah hati dalam mengusut dugaan korupsi ambruknya bangunan ruang perawatan rumah sakit umum daerah (RSUD), H Padjonga Daeng Ngalle.

Sampai saat ini belum ada petunjuk apa pun dari pihak Kejari setempat untuk menuntaskan kasus tersebut. Padahal, sebelumnya Kejari mengklaim sudah mengumpulkan data dan keterangan kepada pihak yang bertanggungjawab, ambruknya bangunan yang menelang anggaran Rp 4,9 miliar bersumber dari APBN 2015 lalu.

Sampai saat ini Kejaksaan setempat belum menyelesaikan penyelidikan kasus ambruknya bangunan rumah sakit H Padjonga Daeng Ngalle. Dinilai kasus tersebut mandek di meja kerja Kajari Takalar, Ferry Tass.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Takalar Fery Tass saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, mulai angkat bicara. Dia beralasan kasus tersebut dalam proses penyelidikan yang sudah ditindak lanjuti pihaknya.

“Kasus ambruknya ruang perawatan rumah sakit Takalar, telah kami menindak lanjuti penyelidikannya dengan memanggil tim ahli beton dari salah satu perguruan tinggi di Makassar. Namun hasil pemeriksaan dari tim ahli beton, robohnya bangunan cor beton belum ada hasil yang kami terima. Kita sementara menunggu hasilnya,” dalih Kajari Takalar.

Dia menambahkan, pihaknya telah memanggil pihak rekanan yang bertanggungjawab pada pekerjaan dan pejabat rumah sakit. Namun hasil pemeriksaan belum ada karena butuh kesabaran dalam penyelidikan kasus ambruk bangunan perawatan RSUD Padjonga Daeng Ngalle, ujar Ferry Tass.


div>