Kejari Belum Usut Keterlibatan Dirut PD Pasar Raya

Ilustrasi Kantor Kejaksaan Negeri Makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar hingga saat ini belum mengusut keterlibatan Dirut PD Pasar Raya Kota Makassar, Rahim Bustam, dalam kasus Pungutan Liar (Pungli) penjualan lods Pasar Pa’baeng-baeng. Padahal, beberapa fakta persidangan dengan terdakwa Laisa Manggong, menunjukkan adanya peran Rahim Bustam.

Keputusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dalam rekomendasinya meminta agar jaksa bertindak untuk menyikapi fakta-fakta persidangan yang secara jelas fakta tersebut mengungkap adanya peran Dirut PD Pasar Raya Kota Makassar Rahim Bustam. Namun saat dikonfirmasi, Kejari Makassar belum juga melakukan tindakan berupa pengembangan kasus.

Kepala Seksi Intelejen Kejari Makassar, Andi Alham, mengakui jika saat ini pihaknya belum melakukan pengembangan. Namun, ia berjanji upaya pengembangan memang adalah keharusan.

“Tetap akan kita lakukan pengembangan, tapi saat ini kami masih mau mempelajari lebih lanjut,” ucap Alham diberitakan Rakyat Sulsel, Jumat (14/7).

Ia tidak menampik bahwa semua fakta persidangan mengarah pada Dirut PD Pasar Raya. Apalagi, ada kesaksian sopir yang melihat adanya pemberian uang. Namun, tetap saja sesuai prosedur, memang semua rekomendasi harus dipelajari lalu melakukan tahapan penyidikan.

“Kami pasti akan melakukan pengembangan, apalagi ini sudah rekomendasi putusan pengadilan,” ujar Alham.

Sementara, Wakil Direktur Lembaga Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi, Kadir Wokanubun, meminta secara tegas agar Kejari Makassar tidak mengulur-ulur waktu dan pengembangan kasus ini.

[NEXT-RASUL]

Ia menilai, penguluran waktu penyidikan ini bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik, apalagi sudah cukup jelas putusan hakim mengeluarkan rekomendasi untuk menjadikan Rahim Bustam sebagai terperiksa.

“Dalam kapasitasnya sebagai Dirut PD Pasar, sudah banyak yang menduga pungli ini atas perintahnya. Makanya kita berharap, kalaupun Laisa Manggong mau menjadi justice collaborator, saya kira pekerjaan kejaksaan lebih mudah,” terangnya.

Ia mendesak agar Kejari Makassar bisa bergerak dan jangan bermain main dalam kasus ini. Apalagi sudah sangat jelas, ini menjadi sorotan publik.

“Sudah tanggung jawab kami juga untuk turut memantau. Makanya, kami tegaskan Kejari jangan bermain-main dalam kasus ini,” beber Kadir Wokanubun. (***)