SELASA , 22 MEI 2018

Kejari Gowa Serius Dua Kasus

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 17 September 2012 10:20
Kejari Gowa Serius Dua Kasus

Kajari Sungguminasa, Ahmad Yani bersalaman Mantan Kadinkes Gowa, Hery Darsim di kantor Pemkab Gowa beberapa waktu lalu.

Kajari Sungguminasa, Ahmad Yani bersalaman Mantan Kadinkes Gowa, Hery Darsim di kantor Pemkab Gowa beberapa waktu lalu.

RAKYAT SULSEL . GOWA – Ratusan stiker bertuliskan ‘lawan dan berantas korupsi’ dibagikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungguminasa Kabupaten Gowa ke masyarakat. Pembagian stiker dilakukan aparat kejaksaan di tiga titik jalan dalam kota Sungguminasa, Jumat (14/9).

Kasi Intel Kejari Sungguminasa, Muh Zulkifli Said bersama sejumlah staf Kejari lainnya terlihat membagi-bagikan ratusan stiker dan brosur kepada warga yang melintas di perempatan lampu merah di Jalan Sultan Hasanuddin dan Jalan Andi Mallombasang serta Jalan Mesjid Raya, Sungguminasa.

Selain dibagi-bagikan kepada masyarakat, stiker dan brosur bertuliskan imbauan moral untuk melawan korupsi ini juga disebar ke instansi-instansi pemerintah baik di lingkungan Pemkab Gowa maupun kepada lembaga pemerintah vertikal yang ada di daerah ini, seperti Kantor Kementrian Agama (Kemenag), Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kepala Kejari Sungguminasa, Akhmad Yani kepada wartawan mengatakan kegiatan bagi-bagi stiker dan brosur lawan dan berantas korupsi ini merupakan program nasional. Program ini, kata dia,  diberi nama Penguatan Jaringan Masyarakat Anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (PJM KKN)).

“Pembagian stiker dan brosur yang intinya menyerukan kepada masyarakt untuk melawan dan memberantas korupsi ini  sebagai upaya memerangi dan mencegah korupsi dalam aspek kehidupan,” kata Akhmad Yani di ruang kerjanya.

Langkah ini, kata dia, dianggap lebih efektif dibanding dengan cara sosialisasi melalui penyuluhan  kepada masyarakat. “Kami anggap cara ini lebih efektif dalam mengcegah adanya korupsi dibanding dengan cara lainnya seperti penyuluhan,” ujarnya.

Bagi-bagi stiker dan brosur yang dilakukan oleh pihak Kejari Sungguminasa ini sesungguhnya sebagai bentuk kegiatan penerangan hukum yang mengacu kepada Undang-Undang (UU)  pemberantasan tindak pidana korupsi (tipikor) nomor 20 tahun 2001 perubahan UU No. 31 Tahun 1999. “Kita berharap dengan adanya pemahaman terkait UU ini maka kita berharap laju tindak pidana korupsi di masyarakat bisa ditekan,” ucap Kasi Intel, Zulkifli Said menambahkan.

Terkait soal banyaknya kasus dugaan tindak pidana korupsi yang ditangani oleh Kejari Sungguminasa, Zulkifli menyebutkan  ada dua yang sementara dituntaskan yakni masalah proyek pengadaan Sistem Jaringan Informasi Kesehatan (SJIK) tahun anggaran 2009 dan kasus dugaan tunggakan raskin Kecamatan Pallangga tahun anggaran 2012. “Kedua kasus ini dalam proses penyidikan. Mudah-mudahan pekan depan (pekan ini, red) kita sudah menetapkan tersangkanya,” tandasnya. (K1/C)


Tag
div>