KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Kejari Klaim Pemusnahan BB Sesuai SOP

Reporter:

Irsal

Editor:

asharabdullah

Jumat , 13 April 2018 11:30
Kejari Klaim Pemusnahan BB Sesuai SOP

Suasana pasca ledakan pemusnahan barang bukti di Kejaksaan Negeri Makassar dirawat di RS Pelamonia Makassar, Rabu (11/4). foto:Irsal/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar menepis adanya dugaan kelalaian pada insiden ledakan saat pemusnahan barang bukti (BB) di halaman kantor Kejati Makassar, Rabu (11/4) lalu.

Melalui Kasi Intelijen Kejari Makassar, Alham mengungkapkan bahwa pelaksanaan pemusnahan barang bukti sitaan Kejari Makassar sudah sesuai Standar Oprasional Prosedur (SOP).

“Tidak ada kelalaian. SOPnya sudah sesuai. Pemusnahan itu kita sudah prediksi. Barang bukti kan digabung-gabung begitu. Jadi SOPnya sudah sesuai dengan prosedur memang dari dulu sudah begitu kita (kalau pemusnahan),” ujar Alham, Kamis (12/4).

Alham juga menepis anggapan jika ledakan yang terjadi di Kejari diakibatkan potasium. Ia mengatakan potasium memang merupakan salah satu barang bukti yang ada di Kejari tetapi hingga sekarang barang bukti masih tersimpan aman di Kejari.

Hingga kini, kata Alham pihak Kejari memastikan tidak ada permasalahan yang terjadi akibat ledakan itu. Ia mengatakan untuk penyelidikan selanjutnya, pihaknya sudah menyerahkan ke pihak kepolisian.
“Jadi sudah diserahkan ke polisi. Labfor yang tau persis karena mereka sudah identifikasi kemarin itu dugaannya baterai hape. Untuk pastinya kita tunggu hasil labfor saja,” imbuhnya.

Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan menegaskan akan tetap memastikan akan memeriksa SOP kejaksaan dalam pemusnahan barang bukti.

Anwar yang ditemui di lokasi ledakan mengatakan saat ini pihak kepolisian tidak akan meminta keterangan dari pihak Kejari. Ia memfokuskan untuk pengolahan TKP sebelum mengaitkannya dengan SOP pemusnahan barang bukti Kejari.

“Nanti diliat. Biarkan tim labfor bekerja kita mau olah TKP makanya kita mau lihat dulu baru kita mau tau prosedurnya, bagaimana SOP Kejaksaan dalam pemusnahan barang bukti. Nantinya dari hasil olah TKP kita akan kaitkan dengan prosedurnya,” kata Anwar.

Sebelumnya, ledakan besar terjadi di kantor Kejari Makassar saat pemusnahan barang bukti pada Rabu (11/4) lalu. Akibat ledakan ini, ada dua warga yang mengalami luka robek di sekitar tubuhnya dan kini masih dirawat di rumah sakit Pelamonia. (*)


div>