MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Kejari Makassar Musnahkan Sabu-sabu dan Uang Palsu

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 24 Maret 2017 12:00
Kejari Makassar Musnahkan Sabu-sabu dan Uang Palsu

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, Dicky Rachmat Rahardjo bersama Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulsel AKBP, Ustim Pangarian memusnahkan barang bukti jenis sabu, di Kantor Kejari Makassar, Jl Amanagappa, Kamis (23/3). foto: asep/rakyatsulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar memusnahkan barang bukti tindak kejahatan yang telah putus dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Makassar di Halaman Kejari, Jl Amanagappa, Kamis (23/3).

Dalam pemusnahan yang dilakukan oleh Kejari Makassar terdapat beberapa alat bukti kejahatan, mulai dari penyalagunaan narkotika, obat daftar G dengan beberapa jenis, senjata tajam berupa badik, busur, samurai dan juga barang bukti handphone dan laptop.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan sedikitnya 1,4 kilogram sabu-sabu, 400 gram ganja, serta 200 pil ekstasi. Selanjutnya Kejari Makassar juga memusnahkan ribuan obat terlarang daftar G, diantaranya 3585 butir somadril, 303 butir tramadol, 2844 butir THD. Barang haram tersebut dimusnakan dengan menggukan alat pemusnah yang merupakan milik Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan.

Sementara barang bukti yang lain berupa uang palsu sebesar Rp34 juta, barang bukti judi berupa domino, joker dimusnakan dengan cara dibakar. Sedangkan untuk senjata tajam berupa 20 buah badik, 8 parang, 139 busur, 35 buah pelontar busur, 1 buah sangkur, 6 pisau, 4 pedang samurai, 1 senjata api rakitan, dan 1 buah kapak dimusnahkan dengan cara digurinda.

Kajari Makassar, Dicky Rahmat Rahardjo mengatakan, jika barang bukti tersbut merupakan kumpulan barang bukti periode Juli 2016 hingga akhir Februari 2017 yang para pelakunya sudah dijatuhi hukuman oleh majelis Hakim.

“Ini barang bukti yang kasusnya sudah inkrah di pengadilan. Barang bukti ini merupakan barang bukti yang dikumpulkan dari Kejari Makasar dan Cabjari pelabuhan,” ujarnya.

Menurut Dicky, walau baru menjabat sebagai Kajari Makassar namun tingkat kejahatan yang ada di Makassar hampir menyeluruh, dari tingkat pelajar maupun orang dewasa. “Tingkat kejahatan saat ini ada peningkatan dari dari kalangan remaja, namun tidak seberapa,” ungkapnya. (***)


div>