RABU , 13 DESEMBER 2017

Kejari Mulai Usut Satu Objek Fasum-Fasos

Reporter:

Irsal

Editor:

asharabdullah

Kamis , 23 November 2017 11:32
Kejari Mulai Usut Satu Objek Fasum-Fasos

Kejari makassar. Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar yang tergabung dalam tim terpadu penyelamat fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos), mulai memproses hukum satu titik fasum di Makassar. Penyidik mulai melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan (puldata pulbaket).

Hanya saja, Alham masih enggan membeberkan lebih detail mengenai objek fasum-fasos yang tengah diusut itu. “Kasus ini masih pulbaket. Tunggulah sampai naik ke penyelidikan,” jelas Kasi Intelijen Kejari Makassar Andi Alham Alang, Rabu (22/11) kemarin.

Alham menuturkan, penyelidikan ratusan fasum-fasos yang terindikasi disalahgunakan bakal menyusul. “Nanti titik lain menyusul, karena kan tim juga melakukan verifikasi dulu. Setelah itu, baru kami ambil alih,” ujarnya.

Menurutnya, proses penanganan fasum yang berhasil dideteksi oleh Tim Terpadu Penyelamatan Fasum Fasos yang diserahkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, mengarah pada tindak pidana korupsi atau tipikor.

Penguasa fasum ini bakal dijerat dengan Undang-Undang Tipikor karena yang bersangkutan merupakan seorang pejabat pemerintahan.

“Kami janji ini ditangani secara profesional dan proporsional. Kalau ada rakyat biasa atau pejabat yang terlibat, maka tentu harus dijadikan tersangka,” tandas Alham.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Makassar Andi Helmi Adam mengaku menunggu hasil pulbaket dan puldata Bidang Intelijen Kejari Makassar. “Saya akan berkoordinasi dengan Kasi Intel terkait hal itu,” singkat Helmi.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tiga kecamatan di Kota Makassar yang berhasil diidentifikasi sebagai wilayah fasum yang dikuasai. Tiga kecamatan tersebut yakni Manggala, Panakukang dan Tamalanrea. Penguasa fasum tidak hanya berasal dari kalangan pengusaha, namun juga diduga berasal dari birokrat, anggota dan mantan anggota DPRD. (*)


div>