SABTU , 20 JANUARI 2018

Kejari Palopo Sita Lembar Cek Dana IMB Rp1 M

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 05 September 2012 10:49

RAKYAT SULSEL . PALOPO – Setelah merampungkan pemeriksaan Pulbaket dan Puldata, Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo, segera melakukan penyitaan lembaran cek dana izin mendirikan bangunan (IMB) proyek Pasar Modern Palopo sebesar Rp1 miliar. Selain menyita cek, penyidik juga akan memanggil pihak Bank Sulselbar yang mencairkan dana tersebut secara tunai.

Kepala Kejaksaan Negeri Palopo, Oktovianus, mengatakan, bahwa penyitaan dilakukan untuk dijadikan barang bukti, sehingga melengkapi berkas dan kasus tersebut ditingkatkan tahap penyidikan.

“Lebaran cek yang dicairkan di bank Sulselbar harus kita sita untuk mendukung alat bukti. Kita juga akan menelusuri apakah pencairan itu juga sesuai presedur keuangan di bank,” ungkap Oktavianus kepada Rakyat Sulsel, kemarin.

Sementara itu, hingga kini kejaksaan masih merahasiakan tersangka kasus dana IMB. Padahal, hasil pemeriksaan penyidik memastikan tersangka dalam kasus tersebut sebanyak tiga orang.

Dari hasil pengumpulan data dan bahan keterangan (puldata dan Pulbaket) tersebut yang disebut berpeluang jadi tersangka yakni Bendahara Pengeluaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Palopo, Ira Kusumawardani, Staf Bagian Umum Sekretariat Daerah, Mustafa alias Buyung, dan Kepala Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Palopo,Nuryadin.

Selain itu, penyidik juga mendalami hasil keterangan mantan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Ruppe L, karena hasil keterangan Ruppe menyebutkan, pencairan sudah sesuai dengan prosedur, yakni standar keuangan daerah.

Dalam kasus ini, diduga dana IMB yang dicairkan dipinjampakai sementara oleh Walikota Palopo,HPA Tenriadjeng. Namun, hingga kini Kajari akan melakukan pengembangan setelah ditingkatkan ke tahap penyidikan untuk dilakukan pemeriksaan Walikota.

“Tapi, lagi-lagi untuk memeriksa kepala daerah kami akan meminta izin pemeriksaan kepada Presiden,” jelas mantan Kajari Polewali Mandar, Sulbar ini.

Untuk kesekian kalinya, Kepala KPT Palopo Nuryadin, mengaku sepersen pun dirinya tidak menikmati dana IMB Rp1 miliar. Justru yang menikmati dana itu adalah pimpinannya. Dia juga menegaskan dirinya siap mengundurkan diri sebagai kepala KPT jika dana ini telah dikembalikan pimpinannya ke kas daerah. (k14/dj/D)


Tag
div>