SELASA , 23 JANUARI 2018

Kejari Segera Tahan Kepala BPMPD

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 04 September 2012 09:48

RAKYAT SULSEL . PANGKEP – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pangkep, Yeni Andriani SH, mengumumkan rencana penahanan terhadap Kepala Badan Pemberdayaan dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Pangkep, IS. IS ditetapkan sebagai tersangka baru kasus penyimpangan dana alokasi Anggaran Dana Desa (ADD) senilai Rp 800 juta dari total anggaran Rp 11 miliar tahun 2009 lalu.

Hai ini diungkapkan Yeni di ruang kerjanya kepada Rakyat Sulsel Senin (3/9). Menurutnya, untuk memaksimalkan penyidikan atas kasus yang terjadi dua tahun silam ini, pihak Kejari Pangkep juga akan kembali memanggil sejumlah saksi dan menyiapkan alat bukti baru. Kajari menuturkan dirinya tidak mau lama-lama dalam menangani sebuah kasus. “Dalam satu dua pekan segera kami tahan, saya tidak mau lama-lama menangani kasus,” tegas Yeni.

Selain melakukan penahanan, Kajari juga berjanji untuk mengungkapkan keterlibatan sejumlah nama pejabat di jajaran Muspida Pangkep  yang diduga keciprat dana ADD Pangkep yang terungkap dalam fakta persidangan. Salah satu terdakwa kasus ADD yaitu Rosidana dengan gamblang mengungkapkan nama-nama pejabat penting.

“Ini kan pengembangan dari fakta persidangan. Selain menetapkan dan akan menahan tersangka baru, Kejari juga akan terus melakukan pengembangan ke sejumlah nama yang disebut-sebut oleh tersangka di pengadilan,” tutur Yeni.

Sebelumnya, pihak kejaksaan menetapkan dua tersangka yakni Syafruddin dan Rosdiana yang oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, divonis masing-masing kurungan 18 bulan penjara. Keduanya diduga menyelewengkan anggaran Alokasi Dana Desa tahun 2009 melebih pagu yang ditetapkan sebelumnya, yakni Rp 11 miliar.

Kelebihan dana yang dicairkan sebesar Rp 830 juta. Sementara itu, dana yang mengucur ke beberapa desa hanya Rp 54 juta. Sedangkan penggunaan uang sisanya tak jelas.

Saat dimintai pertanggungjawaban laporan keuangan, keduanya tidak dapat mempertanggungjawabkan soal penyelewengan tersebut, sehingga keduanya langsung dijebloskan ke dalam Rutan Pangkep oleh pihak Kejaksaan Negeri Pangkep 21 Maret lalu.

Selain itu dalam persidangan juga terungkap keterlibatan tersangka baru yaitu IS yang kini menjalani pemeriksaan intensif di Kejari Pangkep.

Temuan lainnya yaitu dana yang seharusnya diserahkan ke kas desa di Pangkep diduga ditilap dengan cara ditransfer ke rekening bendahara. Akibatnya, seperti kedua terdakwa sebelumnya, “IS” juga dijerat dengan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman 4 tahun penjara. (K5/D)


Tag
div>