RABU , 18 JULI 2018

Kejari Sinjai Programkan Jaksa Masuk Sekolah

Reporter:

Syamsuddin

Editor:

Lukman

Senin , 16 April 2018 21:40
Kejari Sinjai Programkan Jaksa Masuk Sekolah

Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai saat menggelar kegiatan 'Jaksa Masuk Sekolah' di SMA 1 Negeri Sinjai, Senin (16/4/2018).

SINJAI, RAKYATSULSEL.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai menggelar kegiatan ‘Jaksa Masuk Sekolah’ yang bertujuan untuk memberikan pendidikan hukum sejak dini kepada para siswa/siswi. Kegiatan kali ini dilaksanakan di SMA 1 Negeri Sinjai, Senin (16/4/2018).

Tim jaksa masuk sekolah dipimpin Langsung Kajari Sinjai Noer Adi SH, MH, didampingi Kasi Intelijen Kejari Sinjai, Parawansa SH, dan jaksa fungsional Kajari Sinjai.

“Jaksa masuk sekolah merupakan program dari Kejaksaan Republik Indonesia yang telah di-launching beberapa waktu lalu. Kegiatan ini dilakukan di seluruh Indonesia, khusus di Kabupaten Sinjai, jaksa masuk sekolah akan menyasar ke beberapa sekolah,” kata Kasi Intelejen Kajari Sinjai, Parawansa SH.

Ia juga menjelaskan, program Jaksa Masuk Sekolah lebih menekankan mengenai peran Kejaksaan Republik Indonesia sekaligus memberikan pengenalan materi tentang hukum, misalnya tentang pemberantasan korupsi, penyalahgunaan narkoba serta kekerasan terhadap anak.

Sementara, Kajari Sinjai, Noer Adi menyampaikan bahwa tujuan Jaksa Masuk Sekolah ini untuk memperkenalkan tugas pokok dan fungsi Kejaksaan serta memberikan penerangan hukum terhadap pelanggar yang mungkin bisa dilakukan oleh pelajar.

“Dengan adanya program Jaksa Masuk Sekolah, diharapkan pelajar terutama tingkat SMP dan SMA dapat mengenal produk hukum sejak dini,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA 1 Sinjai, Drs, Arifuddin, mengatakan jika program jaksa masuk sekolah merupakan kegiatan positif untuk memberi pelajaran bagi siswa/siswi agar terhindar dari berbagai permasalahan yang saat ini lagi menjadi sorotan, terutama narkoba dan kekerasan terhadap anak.

Menurutnya, sejak dini anak-anak harus diberi pengetahuan dan pembelajaran terutama tentang bahaya narkoba dan kekerasan terhadap anak.

“Anak wajib mengetahui tentang hak dan kewajibannya, termasuk hak untuk mendapatkan pendidikan, perlindungan, serta masih banyak lagi. Namun tidak hanya sebatas tentang hak, seorang anak juga harus mengetahui apa-apa saja kewajiban mereka,” pungkasnya. (*)


div>