SENIN , 19 FEBRUARI 2018

Kejari Tagih Tim Terpadu Penyelamatan Fasum Fasos

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 06 Februari 2018 11:30
Kejari Tagih Tim Terpadu Penyelamatan Fasum Fasos

Kasi Intelijen Kejari Makassar, Andi Alham Alang. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar menagih tim terpadu penyelamatan fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos), karena pasalnya sampai saat ini belum ada data yang diserahkan.

Kasi Intel Kejari Makassar, Alham mengungkapkan, data dari hasil verifikasi yang telah dilakukan tim penyelamat fasum fasos dari unsur Pemkot beberapa waktu yang lalu belum diserahkan ke Kejari.

“Saya menunggu data fix dari ketua tim, karena sampai sekarang belum ada yang diserahkan,” ungkap Alham, Senin (05/02) kemarin.

Padahal menurutnya, saat ini tim telah turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan secara langsung lokasi yang diduga ada penyimpangan wilayah fasum dan fasos.

“Tim sudah turun, mereka sudah turun lapangan jadi kita tunggu data yang fixnya, namun sampai sekarang belum ada data yang kami terima. Seharusnya, setiap data yang didapat dilapangan harus langsung diserahkan ke Kejari,” kata Alham.

Dia menjelaskan, data yang masuk ke Kejari tetap akan melewati proses pemeriksaan dan itu jelas membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Jangan kira langsung serta merta bisa ditindak, kami juga akan melakukan proses dari awal lagi. Maka dari itu kami butuh data cepat agar bisa bergerak lebih cepat dan akurat,” tutur Alham.

Sejauh ini, proses klarifikasi data penyelewengan fasusm dan fasos masih pada tahap pulbaket dan puldata.

Data yang dihimpun Rakyat Sulsel terdapat tiga kecamatan di kota Makassar yang berhasil di identifikasi sebagai wilayah fasum yang dikuasai. Tiga kecamatan tersebut yaitu Manggala, Panakukang dan Tamalanrea yang terdiri dari 491 titik. (Mg05/D)

 

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengejaran aset pemerintah kota tersebut, bahkan pihaknya sedang meneliti berkas hasil temuan di 4 wilayah di Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea.

“Jalan kok, kita masih proses semua berkas,” singkat Danny Pomanto, Senin (5/2)

Ia mengakui bahwa pengejaran 491 fasum dan fasos pemerintah kota tertutupi oleh berita lain yang kini menjadi pembicaraan hangat, yakni dugaan korupsi Pohon ketapang, padahal Pengambilalihan aset fasum dan fasos juga merupakan berita besar.

“Saya akan cek sejauh mana progresnya, karena pengusutan ini (fasum dan fasos) karena ada berita lebih besar jadi tenggelamki,” kata Danny

Sebelumnya, 4 Pengembang yang mengembalikan berada di Wilayah BTP, Telkomas Kecamatan Tamalanrea, Biringkanaya, dan Kecamatan Rappocini.

Berdasarkan data yang dihimpun, 491 titik Fasum Fasos bermasalah didominasi tiga kecamatan yakni Kecamatan Panakukang, Kecamatan Tamalanrea dan Kecamatan Manggala.

Di tiga kecamatan ini diduga dikuasi oleh mafia Fasum, yang tidak hanya berasal dari kalangan pengusaha namun juga diduga berasal dari birokrat serta juga anggota dan mantan anggota DPRD. Sejak 2017 hingga sekarang pengusutan 491 Fasum dan Fasos baru 1 berkas yang diserahkan ke Pihak Kejaksaan untuk ditindak lanjut terkait adanya Indikasi hukum. (*)


div>