SABTU , 26 MEI 2018

Kejati Awasi Proyek Nasional di Sulsel

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 20 Mei 2017 12:07
Kejati Awasi Proyek Nasional di Sulsel

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Maraknya penyimpangan dan kekuatiran akan timbulnya masalah hukum terhadap proyek pembangunan berskala nasional yang ada di Sulsel, mulai disikapi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulselbar, Jan Samuel Maringka menegaskan akan melakukan pengawasan terhadap sejumlah proyek berskala nasional yang ada di Sulsel. Proyek tersebut diantaranya, proyek pembangunan Bendungan Nipa-nipa di Gowa, Bendungan Paseloreng di Wajo, Irigasi di Luwu Utara, ByPass Mamminasata, Midle Ring Rute dan Elevated Ring Rute.

Hal itu ia ungkapkan saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak terkait untuk membahas persoalan yang ada di Kantor Kejati Sulselbar, Jumat (19/5).

“Inti pertemuan tersebut membahas adany rasa kuatir dari pihak BPN selaku P2T menyangkut tidak adanya jaminan hukum dalam pelaksanaan tupoksinya. Adanya lahan proyek untuk 2 wilayah yang dilaksanakan oleh kabupaten masing-masing, keraguan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam mengambil kebijakan dan persoalan hukum status tanah yang terkena area pembebasan lahan,” ujarnya.

“Problematika tersebut harus segera dicarikan solusi sehingga kendala pelaksanaan proyek segera dapat diatasi secara baik,” lanjut Jan Samuel Maringka.

Ia menambahkan, Tim Pengamanan Pengawal Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) memiliki fungsi utama agar bagaimana bisa menjadi wadah preventif bagi pelaku koruptif.

Sebagai salah satu wujud kegiatan dari TP4D, kata dia adalah menyikapi setiap problematika yang dihadapi oleh para pejabat yang terlibat langsung dalam program pembangunan daerah, utamanya proyek-proyek yang masuk kategori sebagai proyek skala nasional.

[NEXT-RASUL]

“Pelaksanaan pembangunan insfratruktur, utamanya proyek nasional harus terlaksana dengan baik. Dan peran TP4D harus bisa memberikan konstribusi dalam melakukan pendampingan agar proyek bisa tepat sasaran, tepat waktu dan tepat mutu,” harap Jan Samuel Maringka.

“Saya mengimbau agar keberadaan TP4D bisa menjadi modal utama dalam membangun Sulsel serta mengajak seluruh elmen terkait untuk bersama membangun sulsel ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Sebelumnya, Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunas Nasional (Bappenas), Taufik Hanafi mengatakan, tujuh proyek infrastruktur Sulsel masuk program prioritas nasional di tahun 2018.

Proyek itu yakni Bandara Buntu Kunik di Tana Toraja, Kereta Api Trans Sulawesi, pelebaran jalan di Kabupaten Maros, Bypass Mamminasata, Underpass Simpang Lima Bandara, jalan lingkar Toraja akses Buntu Kunik, dan peningkatan jalan poros Bantaeng-Bulukumba.

“Pertumbuhan ekonomi Sulsel diharapkan 7,75 persen. Pertumbuhan ini perlu didukung sektor pertanian, kehutanan, konstruksi, industri pengolahan, dan pertambangan,” ujar Taufik.

Ia menambahkan, partisipasi sekolah usia 7-15 tahun di Sulsel mengalami peningkatan. Selain itu, 90 persen proses kelahiran sudah ditangani tenaga kesehatan profesional, yang berimbas pada turunnya angka kematian ibu dan bayi.

“Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Sulsel terus mengalami peningkatan, baik diukur dengan metode baru ataupun lama,” kata Taufik.

[NEXT-RASUL]

Taufik mengatakan, selain kemajuan, ada beberapa tantangan yang dihadapi Sulsel. Seperti, isu disparitas dan pemerataan. “Sebagai contoh, IPM Kota Makassar jauh di atas nasional, tapi ada kabupaten yang harus ditingkatkan. Gap antar kabupaten dan kota harus diperbaiki,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, khusus Dana Alokasi Khusus (DAK)  terbagi menjadi tiga. DAK reguler, afirmatif, dan penugasan. Untuk DAK Penugasan beberapa usulan pembangunan infrastruktur di Sulsel yang sudah di tampung pihaknya.

Terbesar adalah pembangunan jalan terdapat 240 usulan, kedua irigasi 82 usulan, bidang kesehatan 79 usulan, serta usulan terkait Vokasi SMK.

“Dengan usulan ini terlihat Pemprov dan Kabupaten/kota menempatkan konektifitas dalam prioritas. Selain itu, usulan yang dimasukkan dari beberapa pertemuan sebelumnya, sesuai dengan tema musrenbang hari ini,” kata Taufik. (mg04-D)

Kejati Awasi Proyek Nasional di Sulsel

MAKASSAR, RAKSUL – Maraknya penyimpangan dan kekuatiran akan timbulnya masalah hukum terhadap proyek pembangunan berskala nasional yang ada di Sulsel, mulai disikapi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulselbar, Jan Samuel Maringka menegaskan akan melakukan pengawasan terhadap sejumlah proyek berskala nasional yang ada di Sulsel. Proyek tersebut diantaranya, proyek pembangunan Bendungan Nipa-nipa di Gowa, Bendungan Paseloreng di Wajo, Irigasi di Luwu Utara, ByPass Mamminasata, Midle Ring Rute dan Elevated Ring Rute.

Hal itu ia ungkapkan saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak terkait untuk membahas persoalan yang ada di Kantor Kejati Sulselbar, Jumat (19/5).

“Inti pertemuan tersebut membahas adany rasa kuatir dari pihak BPN selaku P2T menyangkut tidak adanya jaminan hukum dalam pelaksanaan tupoksinya. Adanya lahan proyek untuk 2 wilayah yang dilaksanakan oleh kabupaten masing-masing, keraguan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam mengambil kebijakan dan persoalan hukum status tanah yang terkena area pembebasan lahan,” ujarnya.

“Problematika tersebut harus segera dicarikan solusi sehingga kendala pelaksanaan proyek segera dapat diatasi secara baik,” lanjut Jan Samuel Maringka.

Ia menambahkan, Tim Pengamanan Pengawal Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) memiliki fungsi utama agar bagaimana bisa menjadi wadah preventif bagi pelaku koruptif.

Sebagai salah satu wujud kegiatan dari TP4D, kata dia adalah menyikapi setiap problematika yang dihadapi oleh para pejabat yang terlibat langsung dalam program pembangunan daerah, utamanya proyek-proyek yang masuk kategori sebagai proyek skala nasional.

“Pelaksanaan pembangunan insfratruktur, utamanya proyek nasional harus terlaksana dengan baik. Dan peran TP4D harus bisa memberikan konstribusi dalam melakukan pendampingan agar proyek bisa tepat sasaran, tepat waktu dan tepat mutu,” harap Jan Samuel Maringka.

“Saya mengimbau agar keberadaan TP4D bisa menjadi modal utama dalam membangun Sulsel serta mengajak seluruh elmen terkait untuk bersama membangun sulsel ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Sebelumnya, Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunas Nasional (Bappenas), Taufik Hanafi mengatakan, tujuh proyek infrastruktur Sulsel masuk program prioritas nasional di tahun 2018.

Proyek itu yakni Bandara Buntu Kunik di Tana Toraja, Kereta Api Trans Sulawesi, pelebaran jalan di Kabupaten Maros, Bypass Mamminasata, Underpass Simpang Lima Bandara, jalan lingkar Toraja akses Buntu Kunik, dan peningkatan jalan poros Bantaeng-Bulukumba.

“Pertumbuhan ekonomi Sulsel diharapkan 7,75 persen. Pertumbuhan ini perlu didukung sektor pertanian, kehutanan, konstruksi, industri pengolahan, dan pertambangan,” ujar Taufik.

Ia menambahkan, partisipasi sekolah usia 7-15 tahun di Sulsel mengalami peningkatan. Selain itu, 90 persen proses kelahiran sudah ditangani tenaga kesehatan profesional, yang berimbas pada turunnya angka kematian ibu dan bayi.

“Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Sulsel terus mengalami peningkatan, baik diukur dengan metode baru ataupun lama,” kata Taufik.

Taufik mengatakan, selain kemajuan, ada beberapa tantangan yang dihadapi Sulsel. Seperti, isu disparitas dan pemerataan. “Sebagai contoh, IPM Kota Makassar jauh di atas nasional, tapi ada kabupaten yang harus ditingkatkan. Gap antar kabupaten dan kota harus diperbaiki,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, khusus Dana Alokasi Khusus (DAK)  terbagi menjadi tiga. DAK reguler, afirmatif, dan penugasan. Untuk DAK Penugasan beberapa usulan pembangunan infrastruktur di Sulsel yang sudah di tampung pihaknya.

Terbesar adalah pembangunan jalan terdapat 240 usulan, kedua irigasi 82 usulan, bidang kesehatan 79 usulan, serta usulan terkait Vokasi SMK.

“Dengan usulan ini terlihat Pemprov dan Kabupaten/kota menempatkan konektifitas dalam prioritas. Selain itu, usulan yang dimasukkan dari beberapa pertemuan sebelumnya, sesuai dengan tema musrenbang hari ini,” kata Taufik. (mg04-D)


div>