JUMAT , 24 NOVEMBER 2017

Kejati Dalami Keterlibatan Jen Tang di Kasus Buloa

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Sabtu , 15 Juli 2017 14:16
Kejati Dalami Keterlibatan Jen Tang di Kasus Buloa

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, terus mendalami keterlibatan owner PT Jujur Jaya Sakti, Soedirjo Aliman alias Jen Tang, dalam kasus penyewaan tanah negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo. Dalam kasus ini tiga tersangka telah ditahan, masing-masing Asisten I Pemkot Makassar Muh Sabri, Rusdin, dan Jayanti.

Asisten Pidana khusus (Aspidsus) Kejati Sulselbar, Tugas Utoto, menegaskan, penahanan Muh Sabri yang merupakan pejabat Pemerintah kota (Pemkot) Makassar, bukan babak final atas kasus penyewaan tanah negara di Buloa.

Pihaknya akan mendalami kasus tersebut untuk mengungkap fakta dan keterlibatan pihak lain, termasuk keterlibatan Jen Tang.

“Ini bukan final yah, bukan tidak mungkin ada tersangka baru,” ujar Tugas Utoto.

Terkait keterlibatan Jen Tang, Tugas mengatakan, masih dilakukan penyidikan lebih lanjut. “Sabar, kita akan ungkap nantinya,” tegasnya.

Terpisah, Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi mengungkap sejumlah fakta keterlibatan Jen Tang dalam kasus tersebut.

Direktur Riset dan Data ACC Sulawesi, Wiwin Suwandi, menuturkan, pembebasan lahan negara di Buloa dilakukan untuk kepentingan pekerjaan proyek strategis nasional, Makassar New Port (MNP), yang terkait reklamasi pantai. Adapun pembebasan lahan negara ini dilakukan dengan cara disewa dari pengelola obyek tanah.

[NEXT-RASUL]

“Fakta dikuatkan pula dengan dua tersangka yang ditetapkan Kejati yakni Jayanti Ramli dan Rusdin, yang merupakan karyawan atau anak buah Jen Tang,” ungkap Wiwin, diberitakan Rakyat Sulsel, Sabtu (15/7).

Wiwin mengatakan, keterlibatan dua anak buah Jen Tang ini, telah didalami Kejatidengan memanggil dan memeriksa Jen Tang di tingkat penyelidikan dan penyidikan. Pemeriksaan Jen Tang ini lantaran Lurah Buloa menyebut bahwa uang sewa lahan Rp500 juta diduga diterima Jen Tang sebagai pemegang kuasa lahan Buloa.

“Sayangnya, informasi soal pemeriksaan itu disembunyikan oleh penyidik Kejati. Jen Tang sendiri telah berkali-kali lolos dari jerat hukum reklamasi, salah satunya dalam kasus perebutan lahan reklamasi melawan Najmiah Muin,” beber Wiwin.

Didasari rangkaian fakta tetsebut, menurut Wiwin, Kejati Sulsel wajib mengembangkan penyidikan kasus ini dengan menyeret Jen Tang sebagai tersangka.

Tiga perbuatan Jen Tang yaitu menguasai lahan negara, berperan dalam pembebasan lahan negara melalui dua anak buahnya Rusdin dan Jayanti, serta melakukan modus menggelapkan perannya dengan memakai orang lain sebagai boneka, yang dimainkan oleh Rusdin dan Jayanti. (***)


div>