MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Kejati Fokus Pengembalian Kerugian Negara

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 01 Maret 2017 11:17
Kejati Fokus Pengembalian Kerugian Negara

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penangguhan penahanan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar terhadap tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan Kabupaten Pangkep, Susanto Cahyadi, Sabtu (25/2) lalu, mendapat tanggapan serius dari Kepala Kejati Sulselbar, Jen S Maringka.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulelbar, Salahuddin, mengatakan, pengalihan tahanan rutan menjadi tahanan kota yang diberikan kepada tersangka karena telah mengembalikan kerugian negera yang mencapai Rp6 miliar.

“Pengalihan dilakukan karena melihat kerugian negara dikembalikanoleh tersangka. Apalagi pengembalian kerugian negera tersebut sangat besar,” ucapnya diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (1/3).

Salahuddin mengaku, pihaknya berharap para pelaku tindak pidana korupsi mengembalikan kerugian negara. “Prioritas kejati dalam menindak kasus korupsi bagaimana jaksa bisa berperan mengembalikan kerugian,” ujarnya.

Kendati demikian, pengebalikan kerugian negara tak membuat kasus yang menjeratnya dihapuskan. Ini berdasarkan Pasal 4 Undang-undang Tipikor bahwa pengembalian kerugian negara tidak menghapus pertanggung jawaban pidana.

“Artinya meski sudah dikembalikan dan meski ada pengalihan penahanan, pemeriksaan terhadap tersangka akan tetap dilaksanakan,” tuturnya.

Meski menjadi tahanan kota, pihaknya masih terus melakukan pemantauan terhadap Susanto agar tidak keluar kota. “Pasti kami tetap melakukan pemantauan, jika tersangka (Susanto) keluar kota tampa seizin dari jaksa yang menanganinya pasti kami akan mengebalikannya ke Lapas,” jelasnya.

Salahuddin juga meminta masyarakat, jika melihat tersangka sering bepergian keluar kota, agar segera melaporkan ke kejaksaan. (***)


div>