KAMIS , 18 JANUARI 2018

Kejati Garap Kepala BPN Makassar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 09 Mei 2017 10:59
Kejati Garap Kepala BPN Makassar

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar kembali memeriksa lima orang saksi kasus dugaan korupsi penyewahan lahan di Kelurahan Bulo, Makassar, Senin (8/5). Pemeriksaan saksi ini untuk mendalami kasus yang menyeret Asisten I Kota Makassar, Muh Sabri sebagai tersangka.

Kelima saksi tersebut yakni Camat Tallo periode 2003 HAU Gapyang Lantara, Kepala Bagian Keuangan PT PP I Nyoman Arya, Mantan Lurah Buloa Ambo Tuo Rahman, Kasatker Pelindo Arwin dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar Manai Sofyan.

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati, Salahuddin mengatakan, sejak pagi kelima saksi diperiksa untuk mendalami perkara kasus dugaan korupsi penyewaan lahan di Kelurahan Buloa.

“Mereka diperiksa dengan kapasitas sebagai saksi, tujuannya untuk pembuktian perkara kasus Buloa,” ujar Salahuddin diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa (9/5).

Ia melanjutkan, penyelidikan kasus masih dilakukan tim untuk mengumpulkan alat bukti di persidangan nanti. “Yang jelas kalau masalah tanah harus mencari tahu kedudukan tanah itu berasal dari mana. Ya tentu dari lembaga yang mengetahuinya dalam hal ini pertanahan,” kata Salahuddin.

Ia menegaskan, kasus yang terjadi di Kelurahan Buloa tersebut masuk dalam ranah pidana. Tim penyidik memfokuskan diri pada kasus ini karena adanya permainan proyek negara.

“Ada proyeksi negara yakni Makassar Newport dan kita tidak ingin ada masalah dalam proyek tersebut karena kepentingan masyarakat. Kami tidak mengabaikan apapun, tim penyidik bekerja proporsional dan profesional, acuannya perundang-undangan,” tambahnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar, Manai Sofyan yang dipanggil sebagai salah satu saksi mengatakan, pada pemeriksaan ini, dirinya hanya berbincang biasa dengan pihak penyidik.

Ia mengklaim dirinya tidak ada hubungannya dengan permasalahan yang terjadi. “Kedatangan saya hanya konfirmasi. Tidak lebih,” Singkat Manai.

Sebelumnya, Kejati Sulselbar menetapkantiga tersangka yakni Pejabat Tinggi Pemkot Makassar, Muh Sabri, pemilik lahan Jayanti Rusdin, dan penerima sewa lahan, Rusdin. (***)


div>