Senin, 21 Agustus 2017

Kejati Kembali Garap Eks Dirut Angkasa Pura

Sabtu , 12 Agustus 2017 19:02
Penulis : Armansyah
Editor   : doelbeckz
Ilustrasi.
Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemeriksaan terhadap mantan Direktur Utama (Dirut) Angkasa Pura I, Tommy Sutomo, dipastikan masih akan berlanjut. Setelah diperiksa delapan jam pekan lalu, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar akan kembali menjadwalkan pemeriksaan tambahan.

Tommy Sutomo akan kembali diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi dan mark up penjualan tanah untuk perluasan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Sulselbar melalui Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum), Salahuddin, mengatakan, penyidik akan melakukan pemanggilan ulang terhadap Tommy.

“Kami sudah jadwalkan ulang untuk pemeriksaan tambahan. Kami belum bisa pastikan kapan, tapi saat ini kami jadwalkan,” ujar Salahuddin diberitakan Rakyat Sulsel, Sabtu (12/8).

Seperti diketahui, pekan lalu Tommy Soetomo diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi dan mark up penjualan tanah untuk perluasan bandara Sultan Hasanuddin Makassar tersebut.

Ia diperiksa selama delapan jam oleh penyidik, karena dianggap mengetahui pencairan dan perencanaan proyek yang menelan anggaran negara sebesar Rp 512 miliar tersebut.

Informasi yang dihimpun, bukan kali ini saja Tommy tersangkut kasus korupsi. Pada tahun 2014, ia pernah menyandang status sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembelian mobil damkar untuk Angkasa Pura dengan anggaran sebesar Rp 63 miliar. Namun pada tahun 2015, Kejaksaan Agung menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemberhentian Perkara (SP3) sehingga dia berhasil lolos dari jerat hukum.

Dalam kasus yang merugikan negara Rp 317 miliar, berdasarkan hasil audit yang dilakukan BPKP Sulsel, Kejati Sulsel telah menetapkan sembilan orang tersangka. Salah satu diantaranya sudah divonis tujuh tahun penjara, dan sisanya masih dalam tahap persidangan. (***)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*