SENIN , 28 MEI 2018

Kejati Selamatkan Uang Negara Rp 53 M

Reporter:

Irsal

Editor:

asharabdullah

Senin , 11 Desember 2017 13:55
Kejati Selamatkan Uang Negara Rp 53 M

Kantor Kejati Sulsel (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Jumlah tindak pidana korupsi di Sulsel masih terbilang sangat tinggi di tahun 2017 ini. Hal ini terlihat dari potensi kerugian negara dari kasus tindak pidana korupsi yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel.

Sepanjang tahun 2017 ini, Kejati Sulsel mencatat kerugian negara yang diakibatkan oleh kasus korupsi mencapai Rp 672 miliar lebih.

“Potensi kerugian negara tahun ini tercatat Rp 672.326.000.000. Angka itu hanya kasus korupsi yang langsung ditangani oleh Kejati Sulsel,” ujar Kasipenkum Kejati, Salahuddin, Minggu (10/12).

Meski begitu, sepanjang tahun ini, Kejati hanya mampu menyelamatkan kurang dari setengah potensi kerugian negara.

Tercatat tahun ini, yang mampu diselamatkan oleh Kejati tak sampai Rp 100 miliar. Dari periode Januari-November, Kejati menyelamatkan Rp 53 miliar. “Tahun ini Kejati mampu menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp 53.466. 272.568,” ungkapnya.

Meski belum bisa mengembalikan setengah dari potensi kerugian negara yang ada, namun prestasi Kejati tahun ini meningkat dari tahun 2016 kemarin. Dari data yang dihimpun Rakyat Sulsel, tahun 2016 lalu Kejati hanya mampu menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp 29 miliar dari potensi kerugian negara Rp 900 miliar.

“Tahun ini kami bisa selamatkan Rp 53 miliar dari total kerugian negara Rp 672 miliar. Tentunya kami berharap dari tahun ke tahun kerugian negara yang diselamatkan semakin banyak,” harapnya.

Ia menambahkan, banyaknya kerugian negara yang berhasil diselamatkan tahun ini adalah tak lepas dari konsep, Konsolidasi Optimaliasai dan Pemulihan Publik Trust (KOP) yang selama ini dicanangkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Jan S Maringka.

“Dengan konsep kop yang diterbitkan oleh Kejati Sulsel membuat lebih efektif dalam penyelamatan kerugian negara. Dan diharapkan tahun 2018 lebih banyak lagi,” tutupnya. (*)


div>