RABU , 14 NOVEMBER 2018

Kejati Selamatkan Uang Negara Rp30 Miliar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 30 Desember 2016 13:13
Kejati Selamatkan Uang Negara Rp30 Miliar

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sepanjang tahun 2016, penyidik bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar berhasil menyelamatkan uang negara Rp30 miliar.

Uang kerugian negara itu disita dari sejumlah kasus dugaan korupsi yang ditangani selama 2016.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulselbar, Tugas Utoto mengatakan, uang negara tersebut diselamatkan dari 23 kasus dalam tahap penyidikan hingga penuntututan.

“Dalam 23 kasus, ada sekitar Rp900 miliar kerugian negera dan saat ini kita baru mampu menyelamatkan Rp30 miliar,” kata Tugas, diberitakan Rakyat Sulsel, Jumat (30/12).

Di tahun 2017 mendatang, pihaknya akan memprioritaskan penyelamatan uang negara.

“Ke depanya kita akan melakukan penanganan secara cepat hingga meningkatkan penyelamatan uang negara,” ungkapnya.

Mengenai penanganan perkara korupsi selama 2016, lanjutnya, timnya saat ini masih melakukan penyelidikan sedikitnya 143 kasus, 133 penyidikan dan 20 kasus penuntutuan.

[NEXT-RASUL]

“Ke depan, kami akan bekerja secara trasparan dan terbuka kepada publik,” janjinya.

Sementara itu, di bidang pengawasan, Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Sulselbar, Heri Jerman mengatakan, dalam setahun terakhir, pihaknya meningkatkan intensitas inpeksi mendadak (Sidak) di setiap kejari-kejari hingga ke tingkat Kejati Sulselbar.

Hasilnya, pihaknya telah menemukan beberapa pelanggaran mulai dari keterlabatan masuk kerja hingga pelanggaran berat tidak masuk kantor.

“Ada sekitar 33 pengaduan yang masuk dan kita menemukan 19 alat bukti dan semuanya kami proses,” katanya.

Dari 19 bukti kasus yang ditemukan tersebut, terdapat sembilan yang medapatkan hukuman disiplin, lima dihukum ringan dan lima dihukum berat.

“Kami memberikan peringatakan mulai teguran hingga pemecatan. Tahun ini laporan yang masuk menurun, namun ada peningkatan pelanggaran khususnya kedisiplinan,” tuturnya.

Heri membahkan, dari lima pelanggaran berat tersebut, dua orang dipecat dan tiga turun pangkat.

[NEXT-RASUL]

Dijelaskan, tiga orang yang mengalami penurunan pangkat bertugas di Kejati Sulselbar. Ketiganya meminta sejumah uang di tempat pijat tradisonal di Kota Makassar.

“Pelakunya staf intelijen ada dua orang, perintahnya untuk mendata namun keduanya menyalagunakanya dengan meminta uang. Satunya jaksa fungsional yang pangkatnya sudah senior, dia ikut campur dalam kasus perdata,” tuturnya.

Ditanya soal kinerja Kepala Kejari selama 2016, Heri mengaku, terdapat satu Kepala Kejari yang diberi teguran yakni Kajari Polman.

“Tidak ada kejari yang diberikan sannsi, hanya teguran. Paling parah Kajari Polman yang meminta sejumlah uang kepada pejabat dan itu terbukti, tapi bukan dalam penanganan kasus,” ungkapnya. (D)


div>