JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Kejati Target Tersangka Baru Kasus Dana Aspirasi Jeneponto

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 10 April 2016 20:54

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, menetapkan empat tersangka pada kasus dana aspirasi Jeneponto, yakni mantan Ketua Komisi Bidang Keuangan DPRD Jeneponto Alamzah Mahadi Kulle, legislator Burhanuddin, dan dua orang mantan anggota DPRD Jeneponto, Syamsuddin dan Bunsuhari Baso Tika

Kini pihak Kejaksaan terus mendalami kasus dana aspirasi tahun 2012 dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi agar menemukan tersanga baru, khususnya pada anggota DPRD yang terlibat, seperti dalam sepekan ini tim Pidana Khusus Kejati telah memeriksa dua legislator DPRD Jeneponto, yakni Mappatunru selaku Badan Legislasi DPRD Jeneponto dan Andi Tahal Fasni selaku Sekretaris Dewan DPRD Jeneponto.

“Periksaan tersebut, hanya sebagai saksi dan mendalami keterlibatan pihak yang lain,” ujar Salahuddin, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Minggu (10/4).

Salahuddin menambahkan, jika kasus dana aspirasi tersebut masih tahap penyedikan, sehingga tidak kemungkinan besar akan muncul tersangka baru lagi. “Kita melakukan pendalaman. Jika masih ada yang terlibat pasti kita ambil lagi,” katanya.

Sementara, Mappatunru saat dikonfirmasi membenarkan jika dirinya diperiksa tim Pidana Khusus Kejati selama dua hari berturut-turut secara tertutup Kamis dan Jumat. “Iya, saya diperiksa, setelah ada laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pertama pada Januari 2014, kemudian pemanggilan selanjutnya pada l7 Maret lalu,” ujarnya.

Sekadar diketahui dana aspirasi disiapkan Pemerintah Kabupaten Jeneponto sebesar Rp23 miliar untuk pembangunan infrastruktur di Daerah Pemilihan (Dapil) 35 legislator DPRD Kabupaten Jeneponto yang diduga tidak sesuai dengan prosedur dan diduga terdapat beberapa proyek tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. (***)


div>