RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Keji! Ayah Kandung Ini Tujuh Tahun Cabuli Anak Sendiri

Reporter:

Editor:

irsad ibrahim

Selasa , 27 Maret 2018 09:12
Keji! Ayah Kandung Ini Tujuh Tahun Cabuli Anak Sendiri

int

RAKYATSULSEL.COM — Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Begitu juga dengan perbuatan  jahat yang dilakukan HA,43, terhadap DS,17, anak kandungnya. Alih-alih mengayomi, Warga Kecamatan Pardasuka Pringsewu ini justru merusak masa depan anak kandungnya itu dengan mencabulinya selam tujuh tahun lamanya.

Namun, akhirnya perilaku melebihi binatang HA itu terungkap juga. HA sejak Sabtu (24/3) kemarin akhirnya mendekam di sel tahanan Polsek Pardasuka.

Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, HA terakhir kali mencabuli DS pada Kamis (22/3) lalu. Sekitar pukul 09.00 WIB, HA tiba-tiba saja masuk kamar DS dan memaksanya berbuat mesum. Tak kuat dengan perilaku sang ayah, siswi kelas X salah satu SMA di Pringsewu itu melaporkan sang ayah ke polisi.

“DS diantar aparat pekon Sabtu (24/3) melapor. Dirasa bukti sudah cukup kami bergerak melakukan penangkapan terhadap HA di rumahnya tanpa perlawanan,” jelas Kapolsek Pardasuka AKP Hary Suryadi, dikutip dari Radar Lampung ( Jawa Pos Group).

Kepada polisi DS bertutur sejak kelas III SD telah ditinggal sang ibu bekerja ke luar negeri. Sejak itulah DS tinggal bersama sang ayah. “Dan sejak itulah penderitaan DS dimulai,” kata Hary.

Meski HA membantah, tapi polisi telah mengantungi bukti kuat. Di antaranya keterangan dan hasil visum DS. Karenanya, menurut Hary, polisi langsung menetapkan HA sebagai tersangka.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat Pasal 81 ayat (1) jo. Pasal 76D UU 35/2014, UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana yang telah diubah oleh UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak ancaman maksimal 15 tahun penjara,” bebernya.

Perbuatan bejat HA itu tak akan dilupakan DS. Dirinya mengaku sampai trauma jika melihat pria. Menurutnya, HA pertama kali berbuat tak senonoh saat dirinya masih berusia 9 tahun dan duduk di bangku kelas 3 SD. Kala itu DS belum menyadari perilaku bejat sang ayah. Perbuatan bejat itu terus diulangi HA hingga DS duduk di bangku SMA. “Saat itu masih kelas 3 SD. Ibu pergi (bekerja ke luar negeri,red) karena sering dipukulin ayah,” ungkapnya.

DS mengaku tak dapat menolah permintaan ayahnya. Karena bila sampai tak menuruti keinginannya, justru pukulan dan tendangan yang diterimanya. DS mengakui, ayahnya sempat menghentikan perbuatan senonoh padanya. Ini terjadi ketika ayahnya menikah lagi di Jawa.

Namun ketika DS lulus SD, HA pulang ke Pardasuka. Dan perbuatan bejat itu kembali terulang. DS mengaku sudah lama ingin lapor polisi. Tetapi dirinya merasa kasihan membayangkan HA di dalam penjara.

DS kemudian mengungkapkan perbuatan bejat HA ke sang ibu dan pamannya. “Saya sudah tidak sanggup lagi, saya ingin dia dihukum sesuai perbuatannya,” harapnya.

Terkait hal ini, Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak Pringsewu Rizal mengatakan, pihaknya akan segera mengambil langkah. “Kita sangat menaruh perhatian terhadap apa yang di alami Ds.Kami segera mengambil langkah,” ungkap Rizal (JP)


div>