JUMAT , 19 JANUARI 2018

Kejutan Perunggu Dari Lari 1.500 meter

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 14 September 2012 11:15
Kejutan Perunggu Dari Lari 1.500 meter

Pelari kontingen Sulsel, Yusri (285), hanya mampu meraih perunggu di nomor 1.500 meter di PON XVIII Riau.

Pelari kontingen Sulsel, Yusri (285), hanya mampu meraih perunggu di nomor 1.500 meter di PON XVIII Riau.

RAKYAT SULSEL . Pekanbaru — Cabang olahraga atletik kembali menambah satu medali buatkontingen Sulawesi Selatan. Kali ini, Yusri menyumbang medali perunggu dari nomor lomba yang tidak diharapkan, yakni lari 1.500 meter.

Pelatih Atletik Sulsel, Abdul Kadir, menyebutkan, raihan Yusri sebenarnya tidak diharapkan sebab ia spesialis lari 800 meter. Menurutnya, sejumlah faktor dan peserta lain ikut mempengaruhi perolehan pria kelahiran Maros itu. “Yusri beri kejutan di nomor ini, ” kata Kadir.

Pertandingan yang dihelat di Stadion Rumbai Pekanbaru, Kamis (13/9) kemarin, Yusri dikalahkan dua pelari SEA Games 2011, Ridwan asal Nusa Tenggara Barat dan Agus Prayogo dari Jawa Tengah. Agus meraih emas dan Ridwan mendapat perak.

Menurutnya, medali yang didapatnya dirasa cukup wajar, sebab pelari yang menjadi lawannya itu rata-rata atlet Pelatnas SEA Games. Tapi, Yusri sudah mencapai terget yang diberikan dengan meraih perunggu. “Dia (Yusri) mencapai targetnya. Di Pra PON, dia juga mendapat perunggu, ” ujar Kadir, usai pertandingan.

Selain itu, Yusri juga mampu mencetak rekor kecepatannya. Saat latihan di Makassar, kecepatannya hanya 4.02 detik dan di final lari ini Yusri mencapai 3.54 detik. “Yusri tampil sudah maksimal. Ini prestasi bagi dia. Karena melampai catatannya saat latihan, apa lagi lawan atlet Sea Games, ” tutur Kadir.

Sedangkan pertandingan Jumat (14/9) ini, dua pelari Sulsel Amir Said dan Herlindo bakal adu cepat di final nomor lari.

Sementara itu, Sepak Takraw Putra Sulsel juga menyumbang medali perunggu setelah kalah di semifinal melawan Jawa Timur, dengan skor telak 2-0 dari tiga set yang dipertandingkan di Gedung Purna MTQ, Pekanbaru.

Pelatih Sepak Takraw putra Sulsel, Muhammad Amkar, mengatakan, bahwa timnya gagal melaju ke babak final dikarenakan timnya minim jam terbang. Menurutnya itu faktor utama gagalnya tim takraw putra ke Final. “itu yang saya rasa menjadi faktor utama, kita gagal karena kurang pengalaman, banyak atlet kami yang masih sangat muda,” tandasnya. (AKu/RS3)


Tag
div>