RABU , 22 AGUSTUS 2018

Kekerasan Anak Terus Mengalami Penurunan Di Gowa

Reporter:

Editor:

Arif Saeni

Jumat , 27 Juli 2018 14:34
Kekerasan Anak Terus Mengalami Penurunan Di Gowa

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham S.Sos M.Si

GOWA, RAKYATSULSEL.COM – Kekerasan terhadap anak acap kali kita dengar. Ironisnya, karena kekerasan itu justru terjadi dari orang dekat si anak itu sendiri. Karena itu, negara (baca kabupaten, red) atau lembaga lainnya harus hadir untuk bisa mengatasi dan memberikan jaminan terhadap kehidupan anak. Gowa sebagai salah satu daerah di Indonesia yang berhasil memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat berupa Kabupaten Layak Anak Pratama yang diterima secara langsung Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan SH MH, Senin 23/7.

Untuk mengetahui langkah-langkah apa yang dilakukan, berikut petikan wawancara wartawan online RakyatSulsel.Com, Arif Saeni dan Muchtar Suma dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham S.Sos M.Si. Berikut petikannya :

Selamat atas prestasi Anda atas penghargaan yang diraih daerah ini sebagai kabupaten layak anak!
Terima kasih. Prestasi yang kami peroleh tidak lepas dari petunjuk Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, Bapak Sekda, serta dukungan dan kerjasamanya seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sehingga kegiatan ini memperoleh penghargaan nasional.

Kita tentu berharap bahwa suport tersebut tidak hanya berhenti sampai di sini, tapi bagaimana dukungan itu berjalan secara berkesinambungan sehingga Gowa akan dikenal sebagai Kabupaten yang layak anak.

Bagaimana Anda melihat kondisi perkembangan anak di Gowa?
Saya melihat secara langsung di lapangan, bahwa perkembangan anak cukup bagus di daerah ini, Gowa, utamanya dari segi pendidikan dan kesehatan. Ini sangat terkait dengan program Bapak Bupati, berupa pendidikan dan kesehatan gratis, apalagi pemerintah Kabupaten Gowa sudah menyediakan fasilitas pengembangan dan kreatifitas anak.

Lalu langkah-langkah apa yang diambil oleh lembaga/institusi yang Anda pimpin?
Yang kami lakukan dengan memasukkan program sosialisasi dan mempasilitasi semua kegiatan terkait dengan indikator Kabupaten Layak Anak (KLA)

Dengan prestasi ini, sesuatu yang luar biasa. Bagaimana sehingga bisa seperti ini?
Ini tentu saja berkat kerjasama tim work di internal kami dan semua stakeholder, terutama para pimpinan SKPD di Kabupaten Gowa.

Ini tentu butuh kerja keras Anda?
Iya sih. Tapi pekerjaan sebesar apa pun kalau kita persiapkan secara bersama-sama akan tetap terasa ringan. Kami juga mengedepankan kearifan lokal yang ada, yaitu Sipakatau. Dengan prinsip ini. kami bisa capai seperti sekarang ini.

Apakah Anda masih melihat, ada perlakuan tidak pantas kepada perkembangan anak-anak di daerah ini?
Kalau soal itu kita akui memang masih ada. Karena itu, berbagai upaya terus kita lakukan dengan seringnya dilakukan pelatihan terhadap anak, juga pendekatan lain kepada mereka, sehingga lambat laun perlakuan tidak pantas tersebut semakin berkurang.

Terus advokasinya bagaimana?
Kalau yang itu dengan mengoptimalkan fungsi-fungsi layanan P2TP2A dan PUSPAGA yang berada di bawah naungan Dinas PPPA serta beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat lainnya, seperti PKK, LPA, LBH Apik dan PKSAI, serta melibatkan Forum Anak sebagai pelopor penghapusan kekerasan terhadap anak dan Pelapor kekerasan yang terjadi terhadap anak.

Jumlah kekeran anak tahun berapa?
Kalau tahun ini, 2018, hanya tiga kasus.

Ada ya peningkatan di bandingkan tahun lalu?
Kalau melihat data pada tahun 2017, jumlahnya enam kasus dan tahun 2018 hanya tiga kasus. Artinya ada, ada penurunan kekerasan terhadap anak yang terjadi di tengah masyarakat Gowa. Ini semua dikarenakan advokasi dan sosialisasi yang berjalan dengan optimal, dan dukungan semua pihak terutama SKPD terkait serta Lembaga Sosial Masyarakat yang peduli terhadap anak.

Harapan Anda ke depan nantinya?
Kita tentu berharap bahwa ada trend penurunan tiap tahunnya, sehingga berada pada titik zero. Tapi saya kira kita butuh kerja keras lagi dengan melibatkan semua unsur, utamanya para orang tua. (**)

Data Diri

Nama : Kawaidah Alham, S.Sos M.Si
Tempat Tanggal Lahir : Makassar, 29 November 1966
Alamat : BTN Paccinongan Harapan PA No.7.
Status : Kawin
Anak : tiga orang.


Tag
div>