SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Kekerasan Perempuan dan Anak Jadi Perhatian Pemkab Pangkep

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 06 April 2017 12:39
Kekerasan Perempuan dan Anak Jadi Perhatian Pemkab Pangkep

Ilustrasi.

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), khususnya terhadap perempuan di Kabupaten Pangkep, saat ini menjadi perhatian pemerintah. Hal ini lantaran dari data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menunjukkan jumlah KDRT tahun 2016 lalu yang berjumlah 25 kasus, meningkat jika dibanding jumlah kasus di tahun 2015, yang hanya 19 kasus.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPPPA Pangkep, Suhartini Jafar, yang ditemui, Kamis (6/4), menghimbau, pihak-pihak yang terlibat kekerasan, baik fisik, psikis, maupun ekonomi untuk membuka diri, dan berkonsultasi ke DPPPA.

“Kita inginkan agar pihak-pihak yang terlibat kekerasan, khususnya perempuan dan anak dapat terlindungi. Karena kekerasan dalam rumah tangga biasanya banyak penyebabnya, bukan hanya yang terlihat,secara kasat mata,” ungkap Suhartini Jafar.

Untuk mendorong kesadaran tersebut, kata Suhartini, perempuan perlu dilibatkan dalam banyak hal. “Khususnya di desa-desa, seharusnya pelibatan perempuan dalam musrembang lebih ditingkatkan, agar apa yang menjadi kebutuhan perempuan bisa tersuarakan,” tegasnya

“Bahkan kita sudah sosialisasikan disetiap pertemuan-pertemuan, setidaknya dalam setiap agenda kegiatan di desa maupun kecamatan dapat lebih mendorong keterlibatan perempuan,” tambahnya.

Dengan keterlibatan perempuan dalam beberapa aspek, secara tidak langsung, hal tetsebut menjadi upaya untuk memberikan perlindungan pada perempuan itu sendiri. Salah satunya agar perempuan lebih berani dan dapat setara dalam beberapa aspek dengan laki-laki. (***)


div>