SABTU , 20 OKTOBER 2018

Kekuatan Punggawa Macakka Makin Kuat, Pengamat: IYL-Cakka Memang Punya Magnet

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Sabtu , 03 Maret 2018 21:28
Kekuatan Punggawa Macakka Makin Kuat, Pengamat: IYL-Cakka Memang Punya Magnet

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kekuatan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) perlahan makin terlihat.

Sejumlah tokoh sentra satu persatu mempertegas sikap mendukung pasangan yang dikenal dengan perpaduan komitmen, tegas dan merakyat ini.

Hal ini tercermin saat Ichsan melakukan kunjungan di sejumlah daerah semenjak tahapan kampanye digelar, baik pertemuan silaturahmi maupun kampanye tertutup.

Di daerah yang sudah dikunjungi pasangan ini, baik IYL maupun Cakka selalu disambut antusias. Seperti di Pinrang, Gowa, Takalar, Bantaeng, Luwu, Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, maupun di Maros.

Bahkan, beberapa kepala daerah maupun mantan wakil bupati, serta politisi lintas parpol kini terang-terangan memberi dukungan. Selain berpengalaman, keduanya juga punya komitmen kuat.

Tak hanya itu, daerah yang menggelar pilkada kabupaten/kota, para pentolan pemenangannya juga menyatu untuk Pilgub Sulsel demi memenangkan usungan rakyat tersebut.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Syahrir Karim, mengurai, daya tarik yang dimiliki Ichsan memang sangat luar biasa. Tidak hanya eks kepala daerah, akan tetapi turut pula pentolan-pentolan Golkar yang memberi dukungan.

“Potensinya luar biasa. Tokoh-tokoh Golkar bahkan banyak yang beralih ke IYL-Cakka meskipun mereka harus bertaruh jabatan. Itu menandakan bahwa banyaknya tokoh yang merapat ke pasangan ini karena mereka yakin bahwa pasangan ini akan menang. Artinya, eks kepala daerah punya jejaring dan potensi massa pemilih yang diperebutkan,” kata Syahrir, belum lama ini.

Perihal ketokohan eks kepala daerah dan wakil, menurutnya, hal ini sangat membantu dalam melakukan penggalangan massa pemilih.

Dijelaskannya, melalui tokoh sentra akan semakin mudah menggaet suara pemilih di lapangan. Hal ini bukan tanpa alasan, karena para tokoh tentu memiliki loyalis dan pemilih yang jelas.

“Ketokohan seseorang itu dibutuhkn dalam menarik pemilih. Ketokohan eks kepala daerah atau politisi lintas parpol sudah pasti akan memberi pengaruh signifikan. Jejaring mereka dibutuhkan dalam menambah popularitas dan elektabilitas,” tandasnya. (*)


div>