SELASA , 23 OKTOBER 2018

Keluarga Korban Penganiayaan Keluhkan Kinerja Polres Takalar

Reporter:

Supahrin

Editor:

Muhammad Alief

Senin , 06 Agustus 2018 13:54
Keluarga Korban Penganiayaan Keluhkan Kinerja Polres Takalar

Wali/Orang tua korban pengeroyokan di Takalar, Daeng Tutu, mengeluhkan kinerja Polres Takalar

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Keluarga korban penganiayaan di Desa Cikoang, keluhkan kinerja Polres Takalar, dimana korban yang bernama Ajis, yang merupakan siswa SMA 7 Takalar, Kecamatan Mangarabombang, yang dikeroyok oleh Sahaddin, Rabanai, Nyambang dan Imam, ternyata masih bebas berkeliaran.

“Polres Takalar melepaskan keempat tersangkanya, sehingga mereka masih bisa bebas berkeliaran bahkan dengan sengaja memperlihatkan dirinya kepada keluarga korban. Pelakunya memang pernah ditahan tapi hanya empat hari,” ungkap wali korban, Daeng Tutu, Senin (6/8).

Meski kasus tersebut terjadi bulan Juni lalu, namun sampai sekarang pihak keluarga korban mengaku tidak pernah mendapatkan penyampain perkembangan kasus tersebut, sehingga tidak mengetahui bagaimana perkembangan laporan yang dilayangkan.

“Kami selaku keluarga korban tidak mengaetahui perkembangannya, sebab pihak Polres Takalar tidak pernah menyampaikan perkembangan laporan kami, baik secara tertulis maupun secara lisan,” tambah Daeng Tutu.

Sementara Kanit Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan dan Anak (PPPA), Polres Takalar, Ipda Ulfa, yang berusaha dikonfirmasi terkait hal tersebut, hingga saat ini belum bisa dihubungi.


Tag
div>