KAMIS , 19 JULI 2018

Keluarga NA Ramai-Ramai Dukung IYL-Cakka, Ada Apa?

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 02 Maret 2018 14:30
Keluarga NA Ramai-Ramai Dukung IYL-Cakka, Ada Apa?

IYL saat berkunjung ke Bantaeng untuk melakukan kampanye tertutup, Jumat (2/3) ist)

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Kendati Nurdin Abdullah (NA) maju di Pilgub Sulsel, namun sejumlah keluarganya justru memberi dukungan ke pasangan nomor urut 4, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Dukungan keluarga NA ini ke IYL-Cakka justru jumlahnya semakin bertambah. Jika sebelumnya hanya hitungan jari bisa terang-terangan, maka kali ini mereka mulai vulgar untuk all out memenangkan pasangan koalisi rakyat itu.

Ini nampak saat IYL berkunjung ke Bantaeng untuk melakukan kampanye tertutup, serta menemui sejumlah tokoh, maupun meresmikan posko pemenangan “rumah kita” di Jalan Pahlawan.

Selain sepupu NA, Karaeng Joni yang sejak dulu pasang badan di IYL-Cakka, juga terlihat mendampingi Ichsan, yakni sepupu satu kali, keponakan, maupun keluarga dekat lainnya.

Diantararanya, Karaeng Tiar, Karaeng Asmir, Karaeng Kemar yang diketahui adalah sepupu satu kali NA. Begitu juga Karaeng Miso yang dikenal sepupu dua kali NA, serta Karaeng Yasir (paman).

Bukan hanya itu, keponakan Bupati Bantaeng dua periode itu juga tak mau ketinggalan. Mereka adalah, Karaeng Yuyu, Karaeng Anwar Hamido, serta mantan Tim Nurdin, Karaeng Nawir, dan Karaeng Saso.

Selain keluarga NA, sejumlah pentolan NA di Pilkada Bantaeng 2013, maupun Pilkada 2018, juga menyatakan sikap mendukung IYL. Seperti Daeng Hari, Haji Duge,
Karaeng Tiar Hasir, serta lainnya.

Khusus Karaeng Joni Latippa, selain menemani IYL ngopi di Warkop depan kantor bupati, juga mendampingi di peresmian rumah kita, serta kunjungan ke pasar sentral Bantaeng.

“Inimi gubernur ta Pak Ichsan Yasin Limpo. Insya Allah,” kata Karaeng Joni memperkenalkan IYL ke sejumlah pedagang dan pengunjung di pasar.

Karaeng Joni serta keluarga NA lainnya, maupun berbagai tokoh masyarakat Bantaeng, mengaku sangat optimistis bisa memenangkan IYL-Cakka. Alasannya, rakyat butuh pemimpin yang komitmen. Bukan suka plin-plan dan sekadar menonjolkan pencitraan, tapi rakyatnya menderita. (*)


div>