RABU , 21 NOVEMBER 2018

Keluarga Wawan Saputra Gelar Dzikir dan Doa

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 05 April 2016 21:46
Keluarga Wawan Saputra Gelar Dzikir dan Doa

int

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Pihak keluarga Wawan Saputra di Luwu Timur (Lutim) salah seorang korban penyanderaan sekelompok Abu Sayyaf di Filipina, melakukan dzikir dan doa bersama di kediamannya, di desa Puncak Indah, kecamatan Malili.

“Kami melakukan dzikir dan doa bersama keluarga Wawan Saputra, mendoakan agar 10 Anak Buah Kapal Brahma 12, dapat dibebaskan terutama ponakan (Wawan Saputra, red) saya, segera di pulang dalam keadaan selamat,” kata Asna, Selasa (5/5) malam ini. Asna adalah tante Wawan Saputra yang sudah merawat sejak kecil hingga bersekolah.

Asna berharap Pemerintah dan Perusahaan tempat Wawan bekerja, dapat melakukan langkah tegas untuk pembebasan ponakannya. “Kami sangat memohon sekali kepada Pemerintah dan perusahaan kapal Brahma 12, agar dapat bebaskan ponakan saya serta teman-temannya,” ujarnya.

Sebelumya, keluarga Wawan Saputra di Makassar juga telah melakukan dzikir dan doa bersama di Jl Terompet 12 Blok 10 Perumnas Antang, Makassar.

“Kami segenap keluarga Wawan Saputra, menggelar dzikir dan doa bersama agar segera mungkin dapat membebaskan Wawan dari para penyandera,” kata Rahmat Mansyur, kakak kandung Wawan Saputra.

Menurut Rahmat, zikir dan doa dilakukan atas inisiatif keluarga untuk minta pertolongan yang Maha Kuasa.

Diketahui nama-nama 10 awak kapal Brahma 12 yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipna adalah Peter Tonsen Barahama, Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Surian Syah, Surianto, Wawan Saputra, Bayu Oktavianto, Reynaldi, dan Wendi Raknadian.


div>