RABU , 19 DESEMBER 2018

Kemarau, Produksi Perikanan Menurun

Reporter:

hur

Editor:

Rabu , 09 September 2015 17:09

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Produksi perikanan budidaya di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) mengalami penurunan selama musim kemarau. Kondisi tersebut diakibatkan debit air laut di saluran pengairan mulai mengering.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pangkep, HM. Natsir Sulaiman.

Dikatakan bahwa penurunan produksi perikanan budidaya setiap tahun dialami oleh petani tambak ketika masuk musim kemarau.

“Setiap tahun seperti itu, normatif turunnya. Kalau kemarau, pasti produksinya akan turun. Tetapi, petani kita sudah pintar. Jika masuk musim kemarau, maka jumlah bibit yang ditebar, disesuaikan dengan kondisi,” katanya saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (9/9/15) kemarin.

Natsir mengatakan, penurunan produksi tersebut disebabkan tidak optimalnya saluran-saluran irigasi yang menuju tambak para petani. Bahkan, hampir semua tambak-tambak yang berada di Kecamatan di Pangkep belum terjangkau oleh pengairan.

“Kondisi ini bisa diatasi bila saluran tambak diperbaiki. Kalau air disaluran lancar, maka produksi ikannya dapat dinormalkan. Bahkan, mantan Bupati, pak Syamsuddin A Hamid sempat berupaya mencari eskavator amfibi untuk mengeruk sungai, supaya air laut bisa masuk ke tambak petani,” akunya.

Ia menambahkan, komoditi unggulan perikanan budidaya yang ada di Pangkep, yakni rumput laut Cottoni dan Gracylaria, ikan bandeng, udang windu dan vaname, ikan nila dan mas serta ikan lele.


div>