Senin, 21 Agustus 2017

Kematian Saksi Tidak Boleh Ganggu Proses Hukum

Minggu , 13 Agustus 2017 12:00
Penulis :
Editor   : Ashar Abdullah
Ilustrasi. foto: net
Ilustrasi. foto: net

RAKYATSULSEL.COM– Kematian salah satu saksi Johannes Marliem tidak boleh mengganggu proses penegakan hukum kasus korupsi pengadaan kartu identitas elektronik (e-KTP) yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎.

Begitu diharapkan anggota Komisi III DPR  Ahmad Sahroni menanggapi kematian rekanan penyedia alat Automatic Fingerprint Identification System (AFIS) dalam proyek e-KTP.

“Kami ucapkan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Johannes. Kami juga berharap semoga kasus e-KTP yang ditangani KPK tetap tuntas,” kata Sahroni dalam keterangannya kepada redaksi, Minggu (13/8)‎.

Dia berharap agar ke depan saksi-saksi kasus besar diberikan perlindungan khusus oleh lembaga penegak hukum. Sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang. 

“Seharusnya, saksi penting mendapatkan perlindungan khusus. Bukan malah mempublikasikan saksi-saksi tersebut kemana-mana sehingga nyawanya bisa terancam,” jelas Sahroni. 

Kematian Johannes Marliem di Amerika Serikat sudah dibenarkan oleh KPK. ‎Namun, KPK mengaku belum mendapatkan rincian lengkap mengenai penyebab kematian Johannes. Beredar kabar bahwa Johannes meninggal bunuh diri dengan cara menembakkan pistol. [wah/rmol] 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*